Iran melontarkan peringatan keras kepada Bahrain. Negara tersebut diminta tidak ikut campur dalam konflik yang memanas dengan Amerika Serikat.

Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Akbar Velayati, menegaskan bahwa Teheran siap mengambil langkah lebih keras jika kembali mendapat provokasi dari Bahrain.

>>> Komnas Perempuan Minta Maaf soal Pernyataan Kasus YTR Bukan Penyiksaan

"Ini adalah peringatan serius kepada mereka agar mengetahui batasannya, tidak memainkan permainan yang mempertaruhkan nasib mereka sendiri, dan tidak memaksa kami mengambil keputusan yang lebih keras," ujar Velayati, dikutip Senin (29/6).

Sebelumnya, Iran mengklaim telah menyerang pangkalan Angkatan Laut AS di Bahrain. Serangan itu disebut sebagai balasan atas aksi militer Amerika di Selat Hormuz.

Teheran menuduh musuh memanfaatkan pangkalan militer di kawasan untuk melancarkan operasi terhadap wilayah Iran. Tuduhan itu dibantah negara-negara Teluk.

>>> X Heboh! 9 Juta Hektare Sawit Mangkir Pajak di Era Jokowi

Pemerintah Bahrain mengecam serangan Iran dan menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan. Manama menilai aksi tersebut merusak peluang deeskalasi konflik.

Ketegangan kedua negara juga dipicu persoalan keamanan dalam negeri Bahrain. Otoritas setempat telah menangkap puluhan orang yang diduga memiliki hubungan militer dengan Iran.

>>> Misi Akhir Halo 3 Sempat Direncanakan sebagai Adegan Terbang Banshee ala Star Wars

Situasi ini memperkeruh hubungan di tengah konflik Iran-AS yang terus berkembang. Kekhawatiran akan meluasnya dampak perang ke negara-negara Teluk pun meningkat.