Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, kembali muncul ke publik dengan menuntut agar para pemimpin Amerika Serikat dan Israel ditangkap dan diadili.

Ia menuding kedua negara telah melanggar perjanjian damai melalui serangan militer terhadap wilayah Iran.

>>> Said Didu Sebut Safari Jokowi Gerakan Geng SOP Plus Koruptor

Khamenei mendesak dunia untuk mengambil langkah hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab atas serangan di Selat Hormuz.

Menurutnya, pengakuan para pejabat musuh yang membanggakan operasi militer itu menjadi dasar pembuktian hukum.

"Pengakuan, bahkan kebanggaan yang secara terang-terangan disampaikan sebagian pemimpin musuh mengenai tindakan ini merupakan pengakuan atas sebuah kejahatan.

Hal itu menjadi dasar bagi bangsa kami untuk menuntut hak-haknya yang telah dilanggar," ujar Khamenei, dikutip Senin (29/6).

Ia menegaskan bahwa Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu harus dibawa ke hadapan hukum.

>>> Rupiah Menguat ke Level Rp17.879 per Dolar AS pada Awal Pekan

"Yang pasti, para pelaku kejahatan ini harus ditangkap dan diadili atas tindakan kriminal yang mereka lakukan," tegasnya.

Ketegangan Meningkat Setelah Serangan di Selat Hormuz

Sebelumnya, Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran sebagai respons atas serangan terhadap sebuah kapal tanker di Selat Hormuz.

Presiden Trump memperingatkan bahwa perang dapat kembali pecah jika musuh tidak mematuhi ketentuan gencatan senjata.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menghancurkan sejumlah infrastruktur militer AS di Kuwait dan Bahrain.

>>> Safari Politik Jokowi Dinilai Upaya Pengaruhi Sidang Ijazah Palsu

Pernyataan Teheran menandai meningkatnya ketegangan politik dan hukum antara Iran dengan AS dan Israel, di tengah saling tuding mengenai pihak yang melanggar kesepakatan damai.