Iran Klaim Pamit dari Piala Dunia 2026 karena Dijegal Kebijakan Amerika
Tim Nasional Iran mengklaim bahwa mereka dipulangkan lebih awal dari Piala Dunia 2026 bukan karena hasil pertandingan, melainkan akibat kebijakan Amerika Serikat yang membatasi pergerakan tim.
Kapten Iran, Mehdi Taremi, mengungkapkan bahwa pembatasan tersebut berdampak besar pada persiapan tim. Ia juga menyayangkan tidak ada bantuan dari FIFA.
>>> Xiaomi Pimpin Pengembangan Standar Pengisian Nirkabel Qi 50W Bersama Apple dan Huawei
"Kami terus mengeluhkan masalah ini, tetapi tidak ada yang membantu. Tidak ada seorang pun," ujar Taremi, dikutip Senin (29/6).
Pembatasan Visa dan Perjalanan
Sejumlah staf logistik Iran tidak bisa bergabung karena visa mereka ditolak oleh Amerika Serikat. Tim juga harus menjalani pengaturan perjalanan yang berbeda dari peserta lain.
Markas Iran dipindahkan ke Tijuana, Meksiko. Setelah setiap pertandingan, para pemain diwajibkan kembali ke kota tersebut.
Taremi menilai kebijakan itu memberikan beban tambahan yang tidak dialami negara peserta lain. "Kami mencintai masyarakat di sana, tetapi kondisi seperti ini jelas tidak adil," katanya.
>>> Jadwal Rilis Jujutsu Kaisen Season 3: Kapan Episode 13 Tayang?
Federasi Sepak Bola Iran telah beberapa kali menyampaikan protes dan mengancam akan mengajukan pengaduan resmi kepada FIFA. Pelatih Amir Ghalenoei menyebut timnya sebagai yang paling dirugikan sepanjang kompetisi.
Amerika Serikat sempat melonggarkan aturan perjalanan, mengizinkan pemain masuk dua hari sebelum pertandingan. Namun, mereka tetap diwajibkan meninggalkan tempat segera setelah pertandingan selesai.
Iran menutup fase grup tanpa kekalahan setelah bermain imbang melawan Belgia, Selandia Baru, dan Mesir.
Namun, tiga poin tidak cukup untuk lolos setelah kalah dalam persaingan peringkat ketiga terbaik.
>>> Bayi Baru Lahir Ditemukan di Toilet Portabel Festival Electric Forest
Kegagalan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan politik antara Teheran dan Washington, menyusul serangan militer AS ke Iran meskipun sebelumnya ada nota kesepahaman untuk menghentikan konflik.
Update Terbaru
Putra Polisi Korban 9/11 Lulus Jadi Anggota NYPD, Pakai Nomor Lencana Sang Ayah
Senin / 29-06-2026, 07:04 WIB
Wanita di Harnett County Ditangkap atas Pembunuhan di Broadway
Senin / 29-06-2026, 07:03 WIB
Panduan Terbaru 2026: Cara Cairkan Bansos PPSE Rp5 Juta
Senin / 29-06-2026, 07:03 WIB
Fakta Baru Kasus YTR: Tato Wajah Tersangka di Tubuh Korban dan Dugaan Love Bombing
Senin / 29-06-2026, 07:01 WIB
Ahli Hukum: Jokowi Harus Hadir di Sidang Kasus Ijazah Palsu Roy Suryo
Senin / 29-06-2026, 07:00 WIB
Prabowo Ingin Rutin Bertemu Rektor: Saya Butuh Orang Pintar
Senin / 29-06-2026, 07:00 WIB
FIFA Tunjuk Wasit Kontroversial Maurizio Mariani untuk Brasil vs Jepang
Senin / 29-06-2026, 07:00 WIB
Machenike Perbarui GTR Mini PC dengan Ryzen 7 255H dan Radeon 780M
Senin / 29-06-2026, 06:58 WIB
Perlombaan Rare Earth Bergeser ke Greenland, China Masih Kuasai Mineral Kunci
Senin / 29-06-2026, 06:58 WIB
Kentang vs Nasi: Mana yang Lebih Sehat untuk Tubuh?
Senin / 29-06-2026, 06:56 WIB
'Love Island UK' Keluarkan Kontestan Gabriel Garland Terkait Kasus Penusukan
Senin / 29-06-2026, 06:56 WIB
AS-Iran Saling Serang Lagi di Hormuz, Israel Gempur Lebanon
Senin / 29-06-2026, 06:56 WIB
5 Fakta Menarik Jelang Duel Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026
Senin / 29-06-2026, 06:56 WIB
IHSG Diprediksi Melemah pada Awal Pekan, Analis Sebut Masih Rawan Koreksi
Senin / 29-06-2026, 06:56 WIB






