Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melemah pada perdagangan Senin (29/6). Analis memperkirakan indeks masih rawan melanjutkan koreksi, meski peluang penguatan jangka pendek tetap terbuka.

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyebut IHSG berpotensi terkoreksi ke area 5.723-5.784. Sementara target penguatan jangka pendek berada di kisaran 5.912-5.937.

>>> AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Lanjutkan Perundingan Damai

Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 5.784, 5.594 dan resistance 6.286, 6.459 pada hari ini.

Ia merekomendasikan sejumlah saham, yakni BULL, CUAN, JSMR, dan WIIM.

Tekanan Berlanjut Setelah Gagal Tembus Resistance

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan indeks saham masih dalam tekanan setelah gagal menembus resistance 6.053 pada perdagangan sebelumnya.

Peluang rebound masih terbuka selama IHSG mampu bertahan di atas 5.722.

Jika indeks ditutup di bawah level tersebut selama dua hari berturut-turut, pelemahan berpotensi berlanjut hingga 5.472.

>>> Bintang Hollywood Tampil Memukau di Karpet Merah BET Awards 2026

Ivan memprediksi IHSG bergerak di level support 5.722, 5.472, dan 5.314 serta resistance 5.983, 6.171, 6.377, 6.545, dan 6.835.

Ivan merekomendasikan sejumlah saham, yakni AADI, ASII, BBCA, BUMI, dan CPIN.

IHSG ditutup di level 5.896 pada perdagangan Jumat (26/6) sore. Indeks saham melemah 102,9 poin atau minus 1,72 persen dari perdagangan sebelumnya.

Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp12,66 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 20,76 miliar saham dan frekuensi pembelian sebanyak 1,53 juta kali.

>>> Kemendikdasmen Minta Kejuaraan Pencak Silat Piala Presiden Terus Digelar

Pada penutupan pekan lalu, 562 saham terkoreksi, 123 menguat, dan 129 stagnan.