Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 102,90 poin atau 1,72 persen ke level 5.896 pada Jumat (26/6).

Sepanjang pekan lalu, indeks saham mencatat penurunan 4,55 persen. Kapitalisasi pasar bursa turun 4,51 persen dari Rp10.788 triliun menjadi Rp10.302 triliun.

>>> 6 Tipe Kepribadian Orang yang Suka Mendominasi Obrolan

Rata-rata volume transaksi harian turun 26,01 persen menjadi 25,18 miliar lembar saham. Rata-rata nilai transaksi harian juga merosot 29,13 persen menjadi Rp17,58 triliun.

Investor asing mencatatkan jual bersih Rp537,25 miliar pada Jumat (26/6). Sepanjang tahun 2026, jual bersih asing mencapai Rp71,681 triliun.

Proyeksi IHSG Pekan Ini

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memperkirakan IHSG bergerak konsolidatif dengan kecenderungan menguat terbatas pada Senin (29/6).

Indeks diproyeksikan berada di kisaran support 5.772 dan resistance 6.040. Sentimen global seperti konflik Timur Tengah dan kesepakatan damai AS-Iran masih menjadi perhatian.

Dari dalam negeri, pasar menyoroti kebijakan pemerintah menempatkan dana Rp400 triliun di bank Himbara per 26 Juni. Langkah ini dinilai menjaga likuiditas perbankan.

Pelaku pasar juga menantikan rilis data inflasi Juni 2026 yang diperkirakan mencapai 3,1 persen secara tahunan.

>>> Unusa Tembus Peringkat 3 Besar Nasional PTS Bidang Kesehatan

Rekomendasi Saham

Oktavianus merekomendasikan saham BBCA yang ditutup menguat 2,49 persen ke 6.175 pekan lalu. Target harga pekan ini di level 6.600.

Saham BMRI ditutup di 3.990 pekan lalu, diproyeksi menyentuh 4.230. Saham BBRI yang menguat 0,70 persen ke 2.870 ditargetkan ke level 3.050.

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi dengan support 5.736 dan resistance 6.112.

Herditya merekomendasikan saham BULL yang ditutup di 350 pekan lalu, target 378. Saham JSMR di level 2.940 diproyeksi ke 3.410.

Saham WIIM yang ditutup di 1.655 ditargetkan menyentuh 1.755 pada pekan ini.

>>> 5 Tips Menata Ruang Tamu Menurut Feng Shui untuk Tarik Rezeki dan Aura Positif

Catatan: Berita ini tidak bertujuan merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya di tangan pembaca.