Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengancam akan memangkas anggaran kementerian dan pemerintah daerah yang tidak menjalankan keputusan Satuan Tugas (Satgas) Debottlenecking.

Satgas ini merupakan mekanisme pemerintah untuk mempercepat penyelesaian hambatan investasi.

in1

>>> Daftar 15 Tim Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026

"Saya sekarang menjabat sebagai Menteri Keuangan.

Jika ada pemerintah daerah atau kementerian yang menyimpang dari keputusan Satgas Debottlenecking, saya akan memangkas anggaran mereka," kata Purbaya dalam keterangannya, Jumat (26/6).

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam pertemuan dengan KOCHAM Indonesia (Korean Chamber of Commerce and Industry in Indonesia).

Purbaya menjelaskan bahwa seluruh investor, tanpa terkecuali, dapat melaporkan kendala yang mereka hadapi kepada Satgas Debottlenecking. Mekanisme tersebut terbuka untuk semua pihak yang membutuhkan dukungan pemerintah.

"Pada dasarnya setiap pelaku usaha dapat melaporkan masalahnya kepada Satgas Debottlenecking. Mekanisme ini terbuka untuk semua pihak.

Jika masih ada hambatan dan belum dilaporkan kepada satgas, maka kesempatan penyelesaiannya belum dimanfaatkan secara optimal," tuturnya.

Untuk memastikan respons yang cepat, Satgas Debottlenecking menggelar rapat penanganan setiap pekan.

>>> Dari Pendiri Bisnis ke Angel Investor: Perjalanan Venjii Hernando Dukung Wirausaha Lokal

Presiden Prabowo Subianto turut memantau langsung jalannya proses tersebut, sehingga setiap keputusan yang ditetapkan wajib dieksekusi oleh seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah terkait.

Di hadapan para investor Korea Selatan, Purbaya juga mendorong kepercayaan diri pelaku usaha untuk menanamkan modal di Indonesia.

Ia mengutip pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen sebagai indikator fundamental ekonomi Indonesia yang solid.

"Indonesia adalah negara yang tepat untuk berinvestasi.

Anda jangan ragu untuk menempatkan investasi di Indonesia karena fundamental ekonomi Indonesia sangat baik, demikian juga dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat baik di level 5,61 persen," kata Purbaya.

Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat iklim investasi melalui berbagai kebijakan yang mendukung dunia usaha.

Koordinasi lintas kementerian dan lembaga juga terus diperkuat guna mempercepat realisasi investasi dan mengatasi berbagai hambatan yang dihadapi investor.

>>> 5 Sepatu New Balance Diskon 50% di Foot Locker, Seri 530 Rp800 Ribuan

Dengan berbagai indikator ekonomi yang positif, pemerintah optimistis Indonesia akan tetap menjadi salah satu tujuan investasi utama di kawasan serta mampu mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi dalam jangka menengah dan panjang.