Jumlah korban tewas akibat gempa bumi dahsyat di Venezuela terus bertambah. Hingga Sabtu (27/6), tercatat 1.430 orang meninggal dunia dan 3.238 lainnya luka-luka.

Presiden Majelis Nasional Jorge Rodriguez melaporkan angka tersebut. Sementara itu, waktu bagi tim penyelamat untuk menemukan korban selamat di bawah reruntuhan semakin sempit.

in1

>>> Kemenperin Minta Kebijakan AGIT Dicabut, Hambat Implementasi HGBT

Gempa berkekuatan 7,2 dan 7,5 skala Richter mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6). Dua gempa besar itu menyebabkan banyak bangunan runtuh di berbagai kota.

Para ahli menyebut 72 jam pertama setelah bencana adalah jendela emas untuk menemukan korban hidup. Setelah itu, pencarian berubah menjadi upaya menemukan jenazah.

Petugas pemadam kebakaran Australia, Craig Demeillon, yang datang sendirian dari Miami ke La Guaira, mengatakan situasi sangat kacau dan panas.

Ia berharap masih ada yang bisa ditemukan.

Seorang petugas penyelamat El Salvador yang enggan disebut namanya menambahkan, kemungkinan korban sudah menjadi mayat. Hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan mereka.

Kepala bantuan PBB, Tom Fletcher, pada Jumat (26/6) menyatakan jumlah korban tewas bisa terus meningkat. Lebih dari 50.000 orang dilaporkan hilang.

>>> Fortuner Diesel Eks Kendaraan Dinas Dilelang Rp 128 Juta, Pajaknya Cuma Rp 1,8 Juta

Di tengah kabar duka, ada secercah harapan. Seorang bayi ditemukan hidup di reruntuhan pesisir La Guaira, utara Caracas, sekitar 32 jam setelah gempa.

Video di media sosial memperlihatkan seorang pria berlinang air mata menggendong bayi tersebut. Momen itu menjadi simbol ketangguhan di tengah bencana.

Menurut data badan migrasi PBB, sekitar 6,76 juta orang terdampak gempa. Mereka membutuhkan tempat penampungan darurat, air bersih, sanitasi, dan layanan kesehatan.

Penerbangan bantuan pertama dari Amerika Serikat telah mendarat di Caracas. Bantuan itu diharapkan meringankan penderitaan warga yang juga dilanda krisis ekonomi dan politik.

Pemimpin sementara Venezuela yang didukung AS, Delcy Rodriguez, berterima kasih atas bantuan internasional. Pemerintah setempat menghadapi kemarahan publik atas respons yang dianggap lamban.

PBB memperkirakan kerugian fisik akibat gempa mencapai US$6,7 miliar, setara dengan enam persen dari PDB Venezuela.

>>> Said Didu Sebut Prabowo Hanya Jadi Presiden 2 Tahun, Gibran Gantikan?

Angka tersebut belum termasuk biaya pemulihan jangka panjang.