Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bahwa berbagai kebijakan pengendalian tembakau yang diterapkan pemerintah tidak bertujuan mematikan industri hasil tembakau.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes Benget Saragih mengatakan penguatan regulasi tembakau merupakan bagian dari upaya pemerintah menekan prevalensi perokok dan mencegah munculnya perokok baru di usia muda.

in1

>>> Toyota dan Mitsubishi Dongkrak Ekspor Otomotif Indonesia pada Mei 2026

"Kami ingin menegaskan bahwa kebijakan pengendalian tembakau bukan untuk mematikan industri.

Tujuan utamanya adalah melindungi kesehatan masyarakat dan memastikan generasi mendatang terbebas dari dampak buruk konsumsi rokok," kata Benget di Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan kesehatan masyarakat dan aspek ekonomi.

Setiap kebijakan terkait tembakau selalu dibahas melalui proses harmonisasi dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait.

Tantangan Pengendalian Tembakau di Indonesia

Benget menjelaskan Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam pengendalian konsumsi tembakau.

Berbagai data menunjukkan jumlah perokok di Indonesia masih sangat tinggi, termasuk di kalangan anak dan remaja.

>>> Gibran Sadar Gerakannya Dibatasi Lingkaran Prabowo

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah memperkuat regulasi, mulai dari pembatasan iklan, promosi, dan sponsor produk tembakau hingga upaya memperluas edukasi mengenai bahaya merokok.

Ia menambahkan kebijakan kesehatan yang diterapkan pemerintah sejalan dengan upaya menekan beban penyakit tidak menular yang terus meningkat.

Konsumsi rokok diketahui menjadi salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit seperti kanker, penyakit jantung, stroke, dan gangguan pernapasan.

"Kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas. Namun pada saat yang sama pemerintah juga memahami pentingnya menjaga iklim usaha dan lapangan kerja," ujarnya.

Karena itu, Kemenkes mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk melihat regulasi pengendalian tembakau sebagai langkah perlindungan kesehatan publik, bukan sebagai kebijakan yang ditujukan untuk menghambat industri.

>>> FIFA Angkat Bicara soal Tuduhan Pemerkosaan Kapten Tanjung Verde

Pemerintah berharap penguatan regulasi dapat menurunkan angka perokok, terutama di kalangan anak dan remaja, sekaligus mengurangi beban kesehatan yang ditimbulkan akibat konsumsi produk tembakau dalam jangka panjang.