Pegiat media sosial Eko Kuntadhi menilai Presiden Prabowo Subianto kini menganggap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai beban politik.

Menurut Eko, Prabowo sangat ingin menarik PDIP ke dalam pemerintahan.

in1

>>> Santunan Kemenhan Rp50 Juta untuk Keluarga Manajer Kopdes Dinilai Lebih Kecil dari Denda

Namun, partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu disebut tidak mungkin bergabung selama Gibran masih berada di lingkar kekuasaan.

"Barangkali pandangannya Gibran enggak lagi sebagai aset tetapi sebagai beban politik. Kenapa sebagai beban politik?

Ketika misalnya Pak Prabowo ingin banget memasukkan PDI dalam gerbong koalisinya, kan Gibran dianggap sebagai hambatan," ungkap Eko dalam kanal YouTube 2045 TV, dikutip Minggu (28/6).

"Enggak mungkin partai yang dipimpin oleh Bu Mega ini masuk ke gerbong ketika Gibran masih di situ.

>>> Inggris Hadapi Kongo di 32 Besar, Thomas Tuchel Tengil: Semua Orang Menikmatinya

Jadi pada saat ini ada pikiran bahwa Gibran sebagai beban untuk politik Prabowo ke depan, beban untuk konsolidasi kekuasaan yang maksimal," imbuhnya.

Keretakan Hubungan Megawati dan Jokowi

Hubungan antara Megawati dan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) mengalami keretakan mendalam sejak Pilpres 2024. Akar konflik dipicu oleh keputusan politik keluarga Jokowi menjelang pemilu lalu.

PDIP secara resmi mengusung Ganjar Pranowo, namun Jokowi justru mengalihkan dukungan penuh kepada Prabowo. Situasi memuncak ketika putra sulung Jokowi, Gibran, maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo.

>>> Harry Kane Sah Jadi Raja Gol Inggris di Piala Dunia, Rekor Legendaris Ini Tumbang

Langkah itu dinilai internal PDIP sebagai bentuk "pembangkangan" dan pelanggaran garis instruksi partai.