Juru Bicara Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap memberikan manfaat besar bagi masyarakat meskipun pengelolaannya kerap dianggap carut-marut.

Menurut Bahtra, program MBG tidak hanya menyediakan makanan bergizi bagi penerima manfaat, tetapi juga membuka lapangan kerja dalam jumlah besar.

in1

>>> Korea Selatan Resmi Tersingkir dari Piala Dunia 2026 Usai Gagal Masuk Delapan Besar Peringkat Ketiga Terbaik

Melalui dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), program ini disebut mampu menyerap sekitar 1,3 juta tenaga kerja.

"Dari MBG saja bisa menyumbang tenaga kerja, karena kalau saya enggak salah setiap dapur itu kurang lebih 50 orang di SPPG.

Kalau kurang lebih 50 orang dikali 27 ribu dapur, artinya ada hampir 1,3 juta orang," kata Bahtra di kawasan Jakarta Pusat, dikutip Minggu (28/6).

>>> Kronologi Iran Tersingkir Dramatis dari Piala Dunia 2026

Bahtra menilai jumlah tersebut setara dengan serapan tenaga kerja di sektor industri. Karena itu, ia mendorong masyarakat untuk lebih menaruh perhatian terhadap manfaat program ini.

"Kita lihat selama ini kan bagaimana pengelolaan MBG yang dianggap carut-marut, bagaimana pengelolaan MBG yang dianggap kurang tepat sasaran.

Padahal, di sana banyak sekali kemanfaatannya yang perlu dicermati oleh teman-teman," ujarnya.

>>> Piala Dunia Itu Kejam! Pesan Mendalam Fabio Cannavaro Usai Timnas Uzbekistan Tersingkir

Belakangan ini, aksi demonstrasi besar terjadi di sejumlah daerah. Sebagian demonstran menuntut penghentian dan evaluasi program MBG yang dianggap bermasalah oleh masyarakat.