Profil Siswanto, Wakil Rektor UNY yang Jadi Sorotan usai Pernyataan soal Spanduk Aksi Mahasiswa. Prof. Dr. Siswanto, M.Pd. menjadi perhatian publik setelah video yang memperlihatkan dirinya memberikan tanggapan terhadap spanduk dalam aksi mahasiswa di lingkungan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ramai beredar di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, Siswanto yang menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Hukum UNY menyebut spanduk yang dipasang mahasiswa sebagai "sampah". Ucapannya kemudian memicu beragam respons dari warganet dan menjadi bahan perbincangan di berbagai platform media sosial.

Pernyataan yang Menjadi Viral

in1

Video yang beredar luas memperlihatkan Siswanto menilai spanduk aksi mahasiswa mengganggu kebersihan dan estetika lingkungan kampus.

"Sampah, sampah Mas itu Mas sampah. Tanya aja teman-temanmu, apa itu bersih atau kotor? Kotor Mas, kotor, kotor, hanya orang yang mengatakan bersih itu yang gak waras menurut saya. Itu kotor, mengotori lantai, mengotori pandangan," ujar Siswanto dalam rekaman yang viral.

Unggahan video tersebut memunculkan berbagai komentar. Sejumlah warganet mempertanyakan gaya komunikasi seorang pejabat kampus, sementara lainnya menilai penyampaian pendapat tersebut kurang mencerminkan semangat dialog di lingkungan akademik.

>>> Kaos dan Game Love Island yang Wajib Dibeli Fans

Profil Singkat Siswanto

Prof. Dr. Siswanto, M.Pd. merupakan akademisi yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Hukum Universitas Negeri Yogyakarta. Ia dilantik menduduki jabatan tersebut pada 2025.

Sebelum masuk jajaran pimpinan universitas, Siswanto telah menempati sejumlah posisi strategis di lingkungan UNY.

  • Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNY periode 2019–2024.
  • Direktur Direktorat Umum, Sumber Daya, dan Hukum UNY periode 2023–2025.
  • Pernah menjabat sebagai Bendahara Umum DPP IKA UNY.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan kariernya di bidang pengelolaan perguruan tinggi sebelum dipercaya sebagai wakil rektor.

Respons Publik

Setelah video tersebut viral, berbagai tanggapan bermunculan di media sosial. Sebagian pengguna menilai pernyataan Siswanto terlalu keras terhadap aksi mahasiswa, sementara yang lain menyoroti pentingnya komunikasi yang lebih dialogis antara pimpinan perguruan tinggi dan sivitas akademika.

Peristiwa ini turut memicu diskusi mengenai kebebasan berekspresi di lingkungan kampus serta cara penyampaian kritik dalam ruang akademik.