Pengamat politik Hendri Satrio, yang akrab disapa Hensat, menyoroti tragedi meninggalnya lima calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil).

Pendiri KedaiKOPI itu mengkritik keras pejabat negara karena tidak ada yang mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab atas peristiwa tersebut.

in1

>>> Lawan Tanjung Verde di Babak 32 Besar, Lionel Scaloni Peringatkan Messi Cs

"5 peserta wafat dan tak satupun pejabat negeri ini mau bertanggung jawab dan mengundurkan diri!" tulis Hensat di akun X pribadinya, dikutip Minggu (28/6).

Lima calon manajer Kopdes dalam program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) angkatan 2026 meninggal dunia dalam rentang 17–26 Juni 2026 akibat kendala kesehatan dan fisik di lokasi diklat berbeda.

Kemenhan Beri Santunan Rp50 Juta

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memberikan santunan sebesar Rp50 juta kepada keluarga calon manajer Kopdes Merah Putih yang meninggal dunia saat mengikuti Latsarmil.

>>> Scaloni Ingatkan Argentina Jangan Remehkan Cape Verde di 32 Besar

Dana tersebut bukan uang saku atau fasilitas reguler, melainkan bentuk uang duka dan tanggung jawab moral negara atas insiden tersebut.

"Ada santunan yang diberikan kepada keluarga yang bersangkutan langsung sampai pengantaran mulai dari proses di kejadian di tempat sampai dengan pemakaman sebagai bentuk tanggung jawab dan perhatian kita sebagai penyelenggara khususnya sebagai representasi negara.

Kita memberikan santunan ya setiap orang itu Rp 50 juta," kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan dalam konferensi pers di Gedung Kemenhan, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

>>> KPK Beri Pengamanan Melekat Selama Yaqut Dirawat di RS

Selain santunan, Kemenhan juga membantu seluruh proses penanganan jenazah, mulai dari lokasi kejadian, pengantaran ke daerah asal, hingga pemakaman, serta tetap berkomunikasi dengan keluarga yang ditinggalkan.