Pertamina NRE Raup Dividen dari Investasi di CREC Filipina, Kapitalisasi Pasar Melonjak
Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) mulai menuai hasil dari investasinya di Citicore Renewable Energy Corporation (CREC) Filipina.
Setelah mengakuisisi 20% saham pada Juni 2025, perusahaan kini telah menerima dividen seiring peningkatan kinerja dan harga saham CREC.
>>> Pakar Hukum Siber: Larangan Live Streaming Sidang Dokter Tifa Berpotensi Sembunyikan Fakta
Hingga Triwulan II 2026, kapitalisasi pasar CREC melonjak dari sekitar US$600 juta menjadi mendekati US$900 juta.
Angka ini mencerminkan pertumbuhan hampir 50% dibandingkan saat Pertamina NRE masuk sebagai investor strategis.
Corporate Secretary Pertamina NRE, Sri Nur Hidayati, menyatakan bahwa pencapaian ini membuktikan strategi investasi anorganik perusahaan mampu menghasilkan imbal hasil yang baik.
"Pembagian dividen dalam kurun waktu setahun menjadi bukti bahwa investasi kami tidak hanya memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang, tetapi juga telah memberikan manfaat finansial yang nyata," ujarnya di Jakarta, Senin (22/6).
Selain kontribusi finansial, investasi di CREC memperkuat portofolio energi terbarukan Pertamina NRE di Asia Tenggara.
CREC saat ini memiliki kapasitas PLTS lebih dari 1.200 MWdc, menjadikannya salah satu pengembang surya terbesar di Filipina.
>>> Malahayati Consultant Gandeng Satgas PASTI OJK Perkuat Literasi Keuangan
Kolaborasi Strategis dan Dukungan Danantara
Direktur CREC yang mewakili Pertamina NRE, Eri Reksoprojo, menekankan bahwa kemitraan ini bersifat mutually beneficial.
"Perolehan dividen dan capaian ROI 43,4% merupakan cerminan investasi yang dilakukan secara disiplin dan akuntabel," tuturnya.
Ke depan, Pertamina NRE akan terus fokus pada value creation melalui peningkatan return investasi dan penguatan kapabilitas bisnis energi bersih.
Kemitraan dengan CREC membuka peluang kolaborasi proyek energi terbarukan, transfer pengetahuan, dan penguatan kompetensi.
Chief Investment Officer Danantara Investment Management, Pandu Patria Sjahrir, mendukung langkah ini.
>>> Baru Sepekan Damai, AS dan Iran Saling Tuding Langgar Gencatan Senjata
Menurutnya, investasi tersebut tidak hanya menciptakan nilai, tetapi juga memiliki nilai strategis jangka panjang, termasuk potensi ekspor panel surya dan transfer teknologi antara Indonesia dan Filipina.
Update Terbaru
Asisten Raffi Ahmad Mufli Budi Ananda Masuk Jajaran Komisaris PT Krakatau Posco
Minggu / 28-06-2026, 17:51 WIB
Rektor UNY Jelaskan Polemik Pernyataan Warek soal Spanduk Aksi Mahasiswa
Minggu / 28-06-2026, 17:47 WIB
Keluar dari Gelembung Streaming dengan Aplikasi Radio Unik Ini
Minggu / 28-06-2026, 17:42 WIB
Prabowo: AI Bawa Peluang dan Risiko, Indonesia Harus Siap Hadapi Perubahan
Minggu / 28-06-2026, 17:42 WIB
Biaya Ganti Layar dan Baterai Vivo X Fold 6 Terungkap
Minggu / 28-06-2026, 17:42 WIB
Casio Luncurkan Tiga Jam Tangan Digital W738H di AS dengan Alarm Getar
Minggu / 28-06-2026, 17:42 WIB
Samsung Kembangkan Ponsel Rollable Komersial Pertama dengan Layar 10 Inci
Minggu / 28-06-2026, 17:42 WIB
Daftar 28 Akses Tol yang Masuk Kawasan Ganjil Genap Jakarta
Minggu / 28-06-2026, 17:37 WIB
Pemerintah Susun Grand Design Riset Nasional, Fokus Sampah dan Energi
Minggu / 28-06-2026, 17:37 WIB
Trump Ultimatum Iran: 'Negara Itu Tak Akan Ada Lagi' Jika AS Terpaksa Tuntaskan Perang
Minggu / 28-06-2026, 17:37 WIB
KPK Dalami Setoran Ilegal di Loket Imigrasi Bali untuk Izin Tinggal WNA
Minggu / 28-06-2026, 17:36 WIB
Jadwal Lengkap 32 Besar Piala Dunia 2026: Ada Final Kepagian
Minggu / 28-06-2026, 17:35 WIB
PDUI dan CT ARSA Foundation Jalin Kerja Sama Perkuat Peran Dokter Umum
Minggu / 28-06-2026, 17:35 WIB
Hasil Moto3 Belanda: Quiles Juara, Danish ke-10, Veda Ega Crash
Minggu / 28-06-2026, 17:35 WIB






