Aplikasi musik seperti Spotify dan YouTube Music sudah terlalu pintar mengenali selera saya.

Setiap kali membuka aplikasi, rekomendasi yang muncul hampir selalu sama dengan yang sudah saya dengar berkali-kali.

>>> Prabowo: AI Bawa Peluang dan Risiko, Indonesia Harus Siap Hadapi Perubahan

Kemudahan memang luar biasa, tetapi kejutan hampir tidak ada. Karena itu, saya memutuskan mencoba sesuatu yang berbeda selama seminggu.

Alih-alih membuka daftar putar atau mencari artis, saya memilih negara secara acak di globe virtual dan mendengarkan siaran radio lokal yang sedang mengudara.

Beberapa stasiun memutar musik yang belum pernah saya dengar. Stasiun lain menyiarkan olahraga, talk show, atau acara pagi dalam bahasa yang tidak saya mengerti.

Saya hanya berharap menemukan beberapa lagu baru, tetapi ternyata saya menggunakan aplikasi ini jauh lebih sering dari perkiraan.

Lelah dengan Algoritma Musik

Baik membuka Spotify, YouTube Music, atau daftar putar personalisasi, kemungkinan besar saya akan mendengar artis yang sudah saya putar puluhan kali atau lagu yang sangat mirip dengan koleksi saya.

Setelah bertahun-tahun menyukai lagu, membuat daftar putar, dan mengajari layanan ini preferensi saya, mereka menjadi sangat pandai memberikan apa yang saya harapkan.

Playlist Discover Weekly jarang terasa mengejutkan, dan putar otomatis sering membawa saya kembali ke genre, artis, dan suasana yang sama.

Prediktabilitas itu akhirnya membosankan.

Saya menginginkan sesuatu yang terasa tidak disengaja, meskipun itu berarti mendengarkan lagu, genre, atau bahasa yang biasanya tidak saya cari sendiri.

Memutar Globe sebagai Mesin Penemuan

Hal paling menarik dari Radio Garden adalah antarmukanya. Alih-alih bilah pencarian, ada globe 3D yang dipenuhi ribuan titik hijau.