Tiga orang karyawan sebuah percetakan menjadi korban penyekapan di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Mereka ditemukan dalam kondisi kaki diborgol dan diikat dengan tali baja serta rantai besi.

Polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan dua orang yang diduga sebagai pelaku utama. Penggerebekan dilakukan di sebuah rumah toko (ruko) yang menjadi lokasi penyekapan.

>>> Sekjen dan 1,3 Juta Anggota ORI Mundur dari Partai Buruh

Kapolsek Senen Kompol Widodo Saputro mengungkapkan identitas para korban. Mereka adalah Tegar Saputra, Muhamad Rafli Jaelani, dan Adit Saputra.

"Saat berada di TKP benar korban bernama Tegar Saputra dan Muhamad Rafli Jaelani, terlihat di borgol bagian kakinya sambil diikat tali baja juga korban bernama Adit Saputra diborgol bagian kaki dan diikat menggunakan rantai besi," kata Widodo, Minggu (28/6).

Motif Pencurian dan Pemerasan

Berdasarkan penyelidikan awal, penyekapan dipicu oleh tuduhan pencurian yang diarahkan kepada ketiga korban. Para pelaku kemudian memanfaatkan situasi untuk memeras keluarga korban.

>>> Prabowo Dorong Dialog Pemerintah dan Akademisi untuk Pembangunan Nasional

Mereka meminta uang tebusan sebesar Rp50 juta per orang.

"Minta uang terhadap keluarga meminta per orang Rp 50 juta dengan perjanjian setelah uang diberikan ke perusahaan, maka anaknya akan dilepas," ujar Widodo.

Ironisnya, meski salah satu keluarga sudah membayar Rp50 juta, korban tetap tidak dibebaskan. Mereka masih disekap dalam kondisi terikat.

>>> Sammy Notaslimboy Sindir Prabowo: Sering Bicara Kebocoran, Tapi Lakukan Ini

Polisi telah menyita sejumlah barang bukti, termasuk kawat baja yang digunakan untuk mengikat para korban. Kedua terduga pelaku kini diamankan di Mapolres Jakarta Pusat untuk pemeriksaan lebih lanjut.