Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran kembali diuji. Presiden Donald Trump pada Sabtu (27/6) mengumumkan gelombang serangan baru ke Iran.

Komando Pusat AS (CENTCOM) merilis video yang menunjukkan 10 serangan terhadap infrastruktur militer Iran. Sasaran meliputi sistem komunikasi, pertahanan udara, fasilitas penyimpanan drone, dan kemampuan penyebaran ranjau.

>>> Zico Dukung Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026, tapi Tak Sedih Jika Kalah

Trump menulis di Truth Social bahwa pesawat AS "menghantam lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran, serta situs radar pesisir karena melanggar Perjanjian Gencatan Senjata, LAGI!"

Pelanggaran dari Iran

Pelanggaran terbaru terjadi pada Sabtu pagi ketika Iran meluncurkan serangan drone ke M/T Kiku, sebuah kapal tanker minyak berbendera Panama.

>>> Andrea Pignataro, Mantan Trader Kini Jadi Raja Software dengan Kekayaan Rp734 Triliun

Kapal itu membawa lebih dari dua juta barel minyak mentah saat melintasi Selat Hormuz.

Trump juga menyatakan kemungkinan Iran tidak akan pernah belajar. Ia menambahkan bahwa AS mungkin harus "menyelesaikan pekerjaan" dengan menghapus mereka dari muka bumi.

>>> Promo Liburan di Trans Studio Cibubur, Berdua Hemat Jadi Rp150 Ribuan

Serangan Sabtu ini merupakan yang terbaru dari serangkaian bentrokan antara kedua negara. Situasi ini menempatkan gencatan senjata yang rapuh dan potensi kesepakatan untuk mengakhiri perang dalam bahaya serius.