Pabrik Jepang Batal Pindah ke Vietnam, PHK Massal Diredam hingga 2030

Pabrik komponen otomotif asal Jepang yang sempat dikabarkan akan memindahkan sebagian besar produksinya ke Vietnam dipastikan tetap bertahan di Indonesia.
Rencana relokasi besar-besaran berhasil ditekan setelah dialog antara manajemen dan serikat pekerja.
>>> Warga Kecewa, 3 Pekan Persiapan Jokowi Batal Hadir di Festival Budaya
Presiden KSPI sekaligus Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Said Iqbal, menyampaikan kepastian tersebut.
Dua perusahaan anggota Grup Yazaki, PT JAI di Pasuruan dan PT SAI di Mojokerto, tidak lagi memindahkan separuh lini produksinya ke Vietnam.
Awalnya, perusahaan berencana merelokasi sekitar 50 persen kapasitas produksi. Namun setelah pembahasan, keputusan berubah drastis.
"Yang rencananya besar-besaran, hanya 50% enggak jadi.
Hanya 3 sampai 5 line produksi yang dipindahkan ke Vietnam," ujar Said Iqbal dalam konferensi pers daring, Minggu (28/6/2026).
Perubahan ini menjadi kabar positif bagi industri otomotif nasional karena mayoritas produksi tetap di Indonesia.
>>> Klasemen MotoGP Usai Ogura Juara GP Belanda: Martin Salip Bezzecchi
Said juga memastikan perusahaan tidak melakukan PHK massal terhadap pekerja.
Jika ada pengurangan tenaga kerja hingga 2030, prosesnya terjadi secara alami melalui berakhirnya kontrak, bukan PHK besar-besaran.
"Sampai tahun 2030, jika terjadi perampingan, itu secara alamiah. Karyawan kontrak yang habis kontraknya tidak diperpanjang," jelasnya.
Namun, jumlah pekerja bisa bertambah jika permintaan pasar otomotif meningkat, terutama dari Grup Toyota dan produsen lain.
"Bila ada permintaan pasar yang meningkat, perpanjangan kontrak bisa dilakukan. Tapi sampai 2030, pengurangan hanya sekitar 20-30% secara alamiah," tambah Said.
>>> Karyawan Ubisoft Barcelona Umumkan Mogok Kerja Usai PHK 51 Orang
Dengan batalnya relokasi besar-besaran, industri komponen otomotif Indonesia dinilai masih mampu mempertahankan daya saing dan stabilitas lapangan kerja.
Update Terbaru
Fitur Tersembunyi Google Maps Bikin Layar Always-On Pixel Lebih Berguna
Minggu / 28-06-2026, 21:52 WIB
APEC Dorong Pariwisata Terhubung dan Inovatif di Makau
Minggu / 28-06-2026, 21:52 WIB
Cara Cepat Cairkan Dana Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Tahun 2026 Sebelum Batas Akhir
Minggu / 28-06-2026, 21:50 WIB
Bill Gates: AI Mungkin Gantikan Banyak Pekerjaan, Tapi Tidak Atlet
Minggu / 28-06-2026, 21:49 WIB
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Minggu / 28-06-2026, 21:49 WIB
DJKI Verifikasi 124 Situs Laporan MPA, Rekomendasikan Blokir 116 Situs
Minggu / 28-06-2026, 21:49 WIB
Trump Murka soal Pajak Digital, Ancam Ganti Perjanjian Dagang dengan Tarif 100%
Minggu / 28-06-2026, 21:49 WIB
Iran Ancam Tunda Pembukaan Selat Hormuz, Tolak Aturan Baru dan Ajak Negara Teluk Bersatu
Minggu / 28-06-2026, 21:49 WIB
Tablet Gaming Lenovo Legion dengan RGB di Sekitar Kamera Muncul di Acara Game
Minggu / 28-06-2026, 21:49 WIB
Prabowo Perintahkan Tambah Anggaran Rp4 Triliun untuk Perkuat Riset Nasional
Minggu / 28-06-2026, 21:47 WIB
Primaya Kelapa Gading Hadirkan MitraClip untuk Pasien Jantung
Minggu / 28-06-2026, 21:47 WIB
Prabowo Pangkas 750 BUMN, Direksi dan Komisaris Terancam Hilang demi Hemat Uang Rakyat
Minggu / 28-06-2026, 21:47 WIB
Noah Kahan Minta Penonton Tak Buang Air Besar di Kursi Stadion
Minggu / 28-06-2026, 21:42 WIB
Taylor Swift Diduga Diboikot Penonton Saat Tampil di Konser Alan Jackson
Minggu / 28-06-2026, 21:42 WIB






