Ketegangan di kawasan Teluk kembali meningkat setelah Iran memperingatkan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz bisa tertunda apabila ada pihak yang memaksakan aturan pelayaran baru tanpa persetujuan Teheran.

Peringatan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi saat melakukan kunjungan resmi ke Baghdad, Irak.

>>> Tablet Gaming Lenovo Legion dengan RGB di Sekitar Kamera Muncul di Acara Game

Araghchi menegaskan Iran tidak akan menerima mekanisme baru yang mengatur lalu lintas kapal di Selat Hormuz selain aturan yang selama ini diberlakukan oleh Republik Islam Iran.

"Setiap upaya untuk mengadopsi pengaturan baru atau berbeda dari yang dijalankan Republik Islam Iran hanya akan membuat situasi semakin rumit, menunda pembukaan kembali Selat Hormuz, serta meningkatkan ketegangan seperti yang kita saksikan dalam dua malam terakhir," ujar Abbas Araghchi.

Pernyataan tersebut muncul setelah Oman bersama Organisasi Maritim Internasional (IMO) disebut mengumumkan koridor pelayaran baru tanpa berkonsultasi lebih dulu dengan pemerintah Iran.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebelumnya juga telah memperingatkan kapal-kapal internasional agar tidak menggunakan jalur tersebut karena tidak mendapat persetujuan dari Teheran.

Di sisi lain, sejumlah kapal dilaporkan masih melintasi jalur yang tidak diakui Iran berdasarkan data platform pemantau pelayaran internasional.

Situasi semakin memanas setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sejumlah target di wilayah Iran sebagai respons atas serangan terhadap sebuah kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Iran kemudian membalas operasi tersebut dengan menyerang beberapa pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Teluk.

>>> Prabowo Perintahkan Tambah Anggaran Rp4 Triliun untuk Perkuat Riset Nasional

Rangkaian aksi saling serang itu kembali mengancam nota kesepahaman damai yang sebelumnya disepakati Washington dan Teheran untuk menghentikan perang sekaligus membuka kembali Selat Hormuz sebagai salah satu jalur distribusi minyak terpenting di dunia.