Iran Serang Bahrain dan Kuwait Setelah Serangan Udara AS
Iran melancarkan serangan drone dan rudal terhadap Bahrain dan Kuwait pada Minggu, 28 Juni 2026, menyusul serangan udara baru Amerika Serikat di Iran selatan.
Eskalasi militer ini mengancam perjanjian perdamaian sementara yang rapuh antara Washington dan Teheran.
>>> Kanada Hadapi Afrika Selatan di Babak Gugur Piala Dunia Bersejarah
Serangan dimulai setelah upaya maritim multinasional untuk membuka kembali Selat Hormuz yang strategis tanpa pengawasan langsung Iran.
Pertahanan udara Kuwait berhasil mencegat dua rudal balistik di atas pangkalan militer AS utama tanpa menimbulkan korban jiwa.
Sementara itu, serangan Iran di Bahrain merusak sebuah bangunan tempat tinggal di dekat bandara internasional.
Presiden AS Donald Trump mengeluarkan peringatan keras melalui media sosial kepada Republik Islam Iran setelah serangan tersebut.
"Jika itu terjadi, Republik Islam Iran tidak akan ada lagi!" kata Trump.
Komando Pusat militer AS menyatakan bahwa serangan udaranya menargetkan infrastruktur pengawasan Iran, sistem komunikasi, pertahanan udara, fasilitas penyimpanan drone, dan kemampuan penambang.
Serangan itu dilakukan setelah Iran diduga menyerang sebuah kapal tanker komersial berbendera Panama.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan bahwa campur tangan dalam masalah ini hanya akan memperumit situasi.
"Campur tangan apa pun, upaya untuk membuat pengaturan baru yang terpisah dari yang sedang dilakukan Republik Islam Iran, hanya akan menyebabkan komplikasi lebih lanjut," kata Araghchi.
Ia menyerukan kerangka kerja baru yang mencakup semua negara di kawasan tanpa kehadiran negara dari luar kawasan.
>>> George Russell Menangi Grand Prix Austria Usai Tahan Serangan Max Verstappen
Korps Garda Revolusi Islam mengklaim bertanggung jawab atas serangan balasan terhadap kepentingan AS di kawasan dan memperingatkan gangguan lebih lanjut terhadap proses diplomatik.
Update Terbaru
Komponen $100 Bisa Jadi Kunci Kacamata Pintar Terjangkau
Minggu / 28-06-2026, 23:52 WIB
Gas Penting untuk Industri, Namun Bukan Satu-satunya Penentu Daya Saing dan PHK
Minggu / 28-06-2026, 23:49 WIB
Ekspor Camilan Asal Bandung Tembus 13 Negara, Australia dan Jepang Dominasi Pasar
Minggu / 28-06-2026, 23:49 WIB
Innovasia Bawa Solusi Pembayaran WhatsApp ke B2B Tech Asia 2026
Minggu / 28-06-2026, 23:49 WIB
Kasus Diabetes di Indonesia Capai 20,4 Juta Jiwa, Kolaborasi Internasional Diperkuat
Minggu / 28-06-2026, 23:49 WIB
Menkeu Buka Peluang Kaji Ulang Pajak JHT, KSPI Desak Pencairan BPJS Ketenagakerjaan Bebas PPh
Minggu / 28-06-2026, 23:49 WIB
Cara Cek Jadwal Penyaluran Dana Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Juli 2026
Minggu / 28-06-2026, 23:47 WIB
Liverpool Minta Federico Chiesa Cari Klub Baru
Minggu / 28-06-2026, 23:42 WIB
A$AP Rocky Beri Salam ke Putranya Riot di Atas Panggung, Rihanna Tonton dari Kerumunan
Minggu / 28-06-2026, 23:42 WIB
Nakhoda Kapal yang Membawa Marly Kinney Hilang Didakwa BUI
Minggu / 28-06-2026, 23:42 WIB
Comeback Dramatis Kongo Kalahkan Uzbekistan 3-1 dan Cetak Sejarah Lolos Fase Gugur
Minggu / 28-06-2026, 23:42 WIB
Portugal Gagal Menang, Cristiano Ronaldo Ucap Dua Kata
Minggu / 28-06-2026, 23:42 WIB
Said Iqbal: Dua Pabrik Komponen Otomotif Jepang Batal Pindah ke Vietnam
Minggu / 28-06-2026, 23:38 WIB
Pelatih Reidel Toiran Bangga Timnas Voli Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026
Minggu / 28-06-2026, 23:37 WIB






