Said Iqbal: Dua Pabrik Komponen Otomotif Jepang Batal Pindah ke Vietnam
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengungkapkan bahwa dua pabrik komponen otomotif asal Jepang batal memindahkan produksinya secara besar-besaran ke Vietnam.
Kedua pabrik tersebut adalah PT JAI di Pasuruan dan PT SAI di Mojokerto, yang merupakan bagian dari Grup Yazaki, perusahaan multinasional Jepang yang memproduksi suku cadang otomotif.
>>> Pelatih Reidel Toiran Bangga Timnas Voli Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026
Awalnya, kedua produsen itu berencana memindahkan sekitar 50 persen lini produksi ke Vietnam. Namun, rencana tersebut batal setelah dialog antara manajemen dan serikat pekerja.
"Yang rencananya besar-besaran, hanya 50 persen enggak jadi.
Hanya 3 sampai 5 line saja, line produksi yang dipindahkan ke Vietnam," ujar Said Iqbal dalam konferensi pers daring, Minggu (28/6).
Said Iqbal menjelaskan bahwa jika terjadi pengurangan karyawan, hal itu akan berlangsung secara alamiah melalui tidak diperpanjangnya kontrak kerja yang berakhir, bukan melalui PHK massal.
>>> Capcom Belum Punya Rencana Remake Resident Evil 5 dan 6, Kata Insider
Informasi tersebut didapat Said Iqbal berdasarkan business plan perusahaan hingga 2030 yang dijelaskan kepadanya.
"Sampai 2030 kalaulah terjadi perampingan jumlah karyawan sampai tahun 2030, itu lebih, apa namanya, secara alamiah. Yaitu karyawan-karyawan kontrak yang habis kontraknya, maka mereka tidak memperpanjang kontraknya," ujarnya.
Ia menambahkan, potensi perpanjangan kontrak tetap memungkinkan jika terjadi peningkatan permintaan pasar, terutama dari grup Toyota dan perusahaan mobil lainnya.
"Tetapi bila ada permintaan pasar yang meningkat, terutama di grup Toyota, yang nomor satu biasanya grup Toyota dan perusahaan-perusahaan mobil lainnya, maka bisa saja perpanjangan karyawan kontrak tetap dilakukan.
>>> 5 Cara Memutus Rantai Toxic Parenting, Anak Tumbuh di Lingkungan Sehat
Tapi sampai 2030, jadi hanya pengurangan secara alamiah, mungkin sekitar 20 persen sampai 30 persen itu akan berkurang sampai 2030," sambungnya.
Update Terbaru
Saya Kira Fitbit Coach Buruk Hitung Kalori, Ternyata Saya Salah
Senin / 29-06-2026, 00:53 WIB
Pesan Samsung Anda Akan Hilang, Ini yang Harus Dilakukan Sebelum Juli
Senin / 29-06-2026, 00:53 WIB
Drone Tiruan Lebah Terbang 600 Meter Tanpa GPS, Kembali Sendiri
Senin / 29-06-2026, 00:53 WIB
Petani Tebu, Singkong, dan Jagung Dapat Pasar Baru Lewat Program E20
Senin / 29-06-2026, 00:49 WIB
Roy Suryo Pastikan Hadir di Sidang Praperadilan Ijazah Jokowi, Minta Polisi Hadir
Senin / 29-06-2026, 00:49 WIB
BI Luncurkan 45 Koleksi Fashion UMKM Jabar untuk Perkuat Daya Saing Industri Kreatif
Senin / 29-06-2026, 00:49 WIB
PDIP: PSI dan Jokowi Terjebak Budaya Raja-rajaan Lewat Injak Kepala Kerbau
Senin / 29-06-2026, 00:49 WIB
Cara Download Free Fire Advance Server Beta: Fitur Baru OB54
Senin / 29-06-2026, 00:49 WIB
Mobil Listrik vs BBM: Kelebihan dan Kekurangan Berdasarkan Data 2026
Senin / 29-06-2026, 00:48 WIB
Cara Mencairkan Bantuan PPSE Rp5 Juta dan Status PKH BPNT 2026
Senin / 29-06-2026, 00:48 WIB
Rapper Twista Hadapi 5 Tahun Penjara Gagal Bayar Pajak
Senin / 29-06-2026, 00:37 WIB
Harry Styles Pingsan di Panggung karena Tersedak, Bukan karena Gelombang Panas
Senin / 29-06-2026, 00:37 WIB
Harapan Bos Persija Usai Rekrut Victor Dethan
Senin / 29-06-2026, 00:37 WIB
Borneo FC Buru Empat Pemain Asing Baru, Termasuk Winger Brasil dan Gelandang Argentina
Senin / 29-06-2026, 00:37 WIB






