Mobil listrik semakin populer di Indonesia. Penjualannya naik 68% pada 2025.

Namun, apakah sudah saatnya beralih dari kendaraan konvensional?

>>> Cara Mencairkan Bantuan PPSE Rp5 Juta dan Status PKH BPNT 2026

Analisis kelebihan dan kekurangan berdasarkan data resmi dapat membantu calon pembeli membuat keputusan.

Kelebihan Mobil Listrik

Biaya operasional mobil listrik jauh lebih rendah. Per kilometer, biayanya hanya Rp 200-400, sementara mobil BBM mencapai Rp 800-1.200.

Selisihnya mencapai 3-4 kali lipat.

Dari sisi lingkungan, emisi CO₂ mobil listrik turun 50-70% dibanding mobil BBM. Meskipun listrik masih berasal dari bahan bakar fosil, pengurangan emisi tetap signifikan.

Pemerintah juga memberikan insentif PPnBM 0% untuk mobil listrik. Hal ini membantu menekan harga beli yang masih lebih mahal.

>>> Rapper Twista Hadapi 5 Tahun Penjara Gagal Bayar Pajak

Kekurangan Mobil Listrik

Harga beli mobil listrik 20-40% lebih mahal dari mobil konvensional. Meski ada insentif, selisih harga masih cukup besar.

Infrastruktur pengisian masih terbatas. Per Mei 2026, Indonesia baru memiliki 1.782 stasiun pengisian (SPKLU).

Jumlah ini timpang dibandingkan lebih dari 5.500 SPBU.

Baterai lithium-ion mengalami degradasi. Kapasitasnya berkurang 2-3% per tahun.

Garansi pabrikan rata-rata 8 tahun atau 160.000 km.

>>> Harry Styles Pingsan di Panggung karena Tersedak, Bukan karena Gelombang Panas

Dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan tersebut, konsumen perlu menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.