Polisi Stamford menangkap seorang pria setempat setelah penyelidikan berbulan-bulan dan tes DNA membuktikan ia memiliki senjata api secara ilegal.

Jackson Alcide, 30, menghadapi dua dakwaan transfer senjata api ilegal dan satu dakwaan mengubah tanda pengenal pada senjata api, kata Asisten Kepala Polisi Stamford Richard Conklin.

>>> BCA Tantang Mahasiswa Ciptakan Inovasi Desa Wisata, Empat Ide Terbaik Siap Diimplementasikan

Detektif Justin Rosado memperoleh informasi pada 9 Januari bahwa dua senjata api disimpan di sebuah apartemen di Forest Street.

Petugas mengamankan seorang penghuni dan mendapat izin untuk menggeledah kamar yang dimaksud. Di dalam kamar, Rosado menemukan sebuah tas pinggang hitam berisi senjata api.

Polisi menyita pistol Smith & Wesson M&P Shield 9 mm dengan nomor seri yang dihilangkan, revolver Smith & Wesson .

38 Special berisi lima peluru, magasin pistol Smith & Wesson M&P Shield 9 mm, 24 butir amunisi 9 mm, dan tiga butir amunisi .

380.

>>> Roy Suryo Ajukan Praperadilan, Ini Deretan Tuntutannya

Penyelidikan lanjutan mengidentifikasi Alcide sebagai tersangka, tetapi karena ia tidak berada di apartemen saat penggeledahan, polisi belum memiliki cukup bukti untuk menahannya.

Rosado kemudian mengajukan surat perintah untuk tes DNA pada senjata api dan sampel DNA Alcide. Hasil tes menunjukkan DNA Alcide terdapat pada senjata tersebut.

Surat perintah penangkapan Alcide disetujui pada hari Selasa. Tak lama kemudian, petugas di Danbury memberitahu bahwa Alcide ditahan atas tuduhan narkotika yang tidak terkait.

Detektif menjemput Alcide di Danbury dan membawanya ke Stamford untuk diproses. Ia ditetapkan dengan jaminan $250.000.

>>> Manuver Politik Jokowi Buktikan Disertasi Hasto PDIP

Conklin memuji kerja Rosado dalam kasus ini. Menurut dokumen pengadilan, Alcide masih ditahan dan dijadwalkan hadir di Pengadilan Tinggi Stamford pada 23 Juli.