Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengaku tidak terkejut dengan berbagai manuver politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Menurut PDIP, gerakan dan simbol yang muncul dalam prosesi gelar adat baru-baru ini justru memperkuat hasil penelitian yang pernah disusun Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto.

>>> Roy Suryo Sebut Pisah Jadwal Sidang Bisa Paksa Jokowi Hadir Dua Kali

Politikus PDIP, Guntur Romli, mengatakan tindakan Jokowi menginjak kepala kerbau sejalan dengan kesimpulan disertasi Hasto mengenai karakter kepemimpinan Jokowi.

Disertasi itu menggambarkan Jokowi membangun identitas kepemimpinan melalui perpaduan tiga karakter yang disebut the triangle of authoritarian populism.

"Populisme dengan membagi-bagi amplop dan sembako untuk menarik rakyat dan karakter yang menempatkan kekuasaan sebagai segala-galanya," ujar Guntur.

>>> Dell Luncurkan Monitor Gaming Alienware AW3426DW 280Hz QD-OLED di Eropa

Ia menjelaskan konsep tersebut memadukan feodalisme dengan memosisikan diri seperti raja, populisme melalui pembagian bantuan, serta karakter yang menjadikan kekuasaan sebagai tujuan utama.

Guntur kemudian mengaitkan kesimpulan itu dengan langkah politik Jokowi, termasuk jejak politik Gibran Rakabuming Raka, Bobby Nasution, dan Kaesang Pangarep.

Pernyataan itu muncul setelah ramainya pembahasan mengenai prosesi menginjak kepala kerbau yang dilakukan Jokowi saat menerima gelar kehormatan adat Lampung di Kedaton Keagungan Lampung.

>>> FF Beta New APK Nexa APKPure Kipas ModFYP: Cara Download, Kelebihan dan Risikonya

Ritual tersebut memicu berbagai interpretasi di media sosial. Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari Jokowi maupun penyelenggara mengenai filosofi prosesi tersebut.