Prosesi Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menginjak kepala kerbau saat menerima gelar kehormatan adat terus menuai kontroversi.

Politikus PDIP Guntur Romli menilai tindakan itu menjadi simbol bahwa Jokowi dan para pendukungnya, termasuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI), sudah terjebak dalam citra permainan raja.

>>> Cara Download Free Fire Advance Server Beta: Fitur Baru OB54

Menurut Guntur, kepala kerbau yang diinjak melambangkan para pengikut yang terbuai oleh perilaku raja.

"Kepala kerbau yang diinjak melambangkan para pengikutnya yang terbuai di balik perilaku raja, padahal yang ada adalah ambisi kekuasaan tanpa batas untuk keluarga Jokowi," ujar Guntur, dikutip Senin (29/6).

Ia menambahkan bahwa para pendukung Jokowi gagal melihat bahwa yang terjadi bukan sekadar kepemimpinan politik, melainkan dorongan mempertahankan kekuasaan dalam lingkaran keluarga.

>>> Mobil Listrik vs BBM: Kelebihan dan Kekurangan Berdasarkan Data 2026

Sebelumnya, Jokowi menjadi perbincangan publik setelah fotonya viral saat meletakkan kaki di atas kepala kerbau dalam prosesi pemberian gelar adat di Kedaton Keagungan Lampung, Sabtu (27/6/2026).

Momen itu memicu beragam respons. Sebagian masyarakat mempertanyakan apakah ritual tersebut bagian dari tradisi adat atau mengandung pesan simbolis tertentu.

>>> Cara Mencairkan Bantuan PPSE Rp5 Juta dan Status PKH BPNT 2026

Hingga prosesi selesai, Jokowi belum memberikan penjelasan mengenai makna ritual tersebut. Pihak penyelenggara juga belum menyampaikan keterangan resmi terkait filosofi prosesi menginjak kepala kerbau.