Said Iqbal Pakai Kacamata Hitam di Rakernas KSPI, Ternyata Usai Operasi Mata
Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, menjadi pusat perhatian saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di Jakarta.
Penampilannya yang mengenakan kacamata hitam saat diwawancarai awak media menimbulkan rasa penasaran. Banyak yang mengira itu hanya aksesori fashion.
>>> Dua Peserta Kopdes Merah Putih Tewas saat Latihan Militer, Kemhan Lakukan Evaluasi
Ternyata, Said Iqbal baru saja menjalani operasi mata. Ia mengaku matanya masih sensitif terhadap cahaya terang.
"Saya izin pakai kacamata ya, habis operasi. Enggak kuat lihat cahaya," ujarnya kepada wartawan, Selasa (23/6/2026).
Meski belum pulih sepenuhnya, Said Iqbal tetap hadir dan memimpin jalannya Rakernas KSPI di Jakarta Pusat.
Fokus Rakernas: Pemerintahan Bersih dan Kesejahteraan Buruh
Dalam kesempatan itu, Said Iqbal menegaskan salah satu agenda utama Rakernas adalah mendorong pemerintahan yang bersih. Menurutnya, tata kelola yang baik berdampak langsung pada kesejahteraan pekerja.
>>> MSCI Pertahankan Pasar Saham RI di Emerging Market, Ancaman Turun Kasta Masih Ada
"Yang pertama, kita ingin memastikan agenda besarnya adalah pemerintahan yang bersih akan menciptakan buruh yang sejahtera," katanya.
Ia menilai negara-negara dengan tingkat korupsi rendah mampu memberikan kesejahteraan lebih baik kepada rakyatnya. KSPI ingin mengingatkan pentingnya komitmen terhadap pemerintahan yang bersih.
Said Iqbal juga menyoroti komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih. Ia berharap komitmen itu terus dijaga dan diwujudkan dalam kebijakan.
Selain itu, ia mengapresiasi kebijakan kenaikan upah minimum tahun 2025 sebesar 6,5 persen. Kebijakan itu dinilai mampu meningkatkan daya beli pekerja setelah bertahun-tahun tidak mengalami kenaikan signifikan.
>>> 4 Shio Ini Diprediksi Hidup Lebih Mudah dan Bebas Stres Mulai 24 Juni 2026
"Kenaikan upah minimum 2025 sebesar 6,5 persen, setelah 10 tahun tidak pernah ada kenaikan upah, maka akan meningkatkan daya beli buruh," tutupnya.
Update Terbaru
Prabowo Terbang ke Gorontalo Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan
Rabu / 24-06-2026, 08:15 WIB
Ulang Tahun Ke-39 Messi: Kado Terindah untuk Sepak Bola Dunia
Rabu / 24-06-2026, 08:15 WIB
Ramalan Zodiak 24 Juni: Leo Jangan Gegabah, Virgo Raih Kesempatan
Rabu / 24-06-2026, 08:14 WIB
PSI Dorong Prabowo-Gibran Dua Periode, PDIP: Tanya Dulu ke Prabowo
Rabu / 24-06-2026, 08:01 WIB
Said Didu Sebut Geng SOP Gerogoti Prabowo, Ini Buktinya
Rabu / 24-06-2026, 08:00 WIB
Kasus Ijazah Jokowi: Eggi Sudjana Soroti Kejanggalan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan
Rabu / 24-06-2026, 08:00 WIB
Nadiem Makarim Bela Diri: Digitalisasi Bukan Agenda Pribadi, tapi Arahan Jokowi
Rabu / 24-06-2026, 08:00 WIB
Baca Nano Machine Chapter 318 Bahasa Indonesia, Siap-Siap Panas!
Rabu / 24-06-2026, 08:00 WIB
Baca Nano Machine Chapter 317 Bahasa Indonesia, Wow! Siap Rilis Hari Ini
Rabu / 24-06-2026, 08:00 WIB
AI Agents Diprediksi Bernilai 450 Miliar Dolar AS, Drife Perkuat Adopsi Agentic Automation
Rabu / 24-06-2026, 07:54 WIB
Realita Pahit Dunia Kerja: Antrean 2 Km di Malaysia dan Bayang-Bayang PHK di Indonesia
Rabu / 24-06-2026, 07:54 WIB
Cara Cek Status PKH dan BPNT Online Lewat HP, Mudah dan Cepat
Rabu / 24-06-2026, 07:54 WIB
Angka Comeback BTS yang Mungkin Lebih Penting dari 641.000 Penjualan
Rabu / 24-06-2026, 07:42 WIB
BTS Comeback 2026: Angka-angka yang Mencengangkan
Rabu / 24-06-2026, 07:42 WIB






