Pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu menuding adanya kelompok yang disebut Geng SOP (Solo, Oligarki, Parcok) tengah menggerogoti Presiden Prabowo Subianto.

"Pembusukan Geng SOP kepada Presiden @prabowo sedang berjalan," tulis Said Didu di akun X pribadinya, dikutip Rabu (24/6).

in1

>>> Kasus Ijazah Jokowi: Eggi Sudjana Soroti Kejanggalan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan

Mantan Sekretaris BUMN itu menyoroti sejumlah peristiwa yang dianggap sebagai tanda-tanda pembusukan tersebut.

Indikasi Pembusukan

Pertama, saat demonstrasi mahasiswa di Bundaran HI, lebih dari 4.000 polisi dikerahkan untuk mengawal aksi.

Pada saat yang sama, ada mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) yang "diantar" aparat untuk bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Mahasiswa itu mengaku dijanjikan Rp300 juta dan sudah menerima Rp20 juta.

Kedua, Gibran kemudian menerima Ikatan Alumni BEM Nusantara, kelompok yang sebelumnya juga bertemu dengan Jokowi di Solo.

>>> Nadiem Makarim Bela Diri: Digitalisasi Bukan Agenda Pribadi, tapi Arahan Jokowi

"Kalau mahasiswa UBK dibayar Rp300 juta (sesuai pengakuan mahasiswa UBK), kira-kira alumni BEM Nusantara pantasnya dapat berapa karena bertemu Jokowi di Solo dan ketemu Gibran di Jakarta?"

ujar Said Didu.

Menurutnya, rangkaian peristiwa ini bertujuan memberi kesan bahwa Prabowo tidak mampu menerima masukan mahasiswa, sementara Gibran tampil berbeda.

Said Didu menyebut hal tersebut sebagai bagian dari strategi pembusukan.

>>> AI Agents Diprediksi Bernilai 450 Miliar Dolar AS, Drife Perkuat Adopsi Agentic Automation

Selain itu, ia juga menyoroti: pemadaman listrik, "evaluasi" BGN dan KDMP yang dikritik publik oleh Wapres di berbagai daerah, serta rencana Jokowi keliling Indonesia menemui PSI dan pendukung Gibran.