Nadiem Makarim Bela Diri: Digitalisasi Bukan Agenda Pribadi, tapi Arahan Jokowi
Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, membawa nama Presiden ke-7 Joko Widodo dalam pembelaannya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat.
Nadiem menegaskan bahwa program digitalisasi pendidikan yang dipersoalkan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook bukanlah gagasan pribadinya.
>>> AI Agents Diprediksi Bernilai 450 Miliar Dolar AS, Drife Perkuat Adopsi Agentic Automation
Ia mengklaim kebijakan itu merupakan mandat langsung dari Jokowi sejak dirinya memimpin Kemendikbudristek pada 2019.
Pernyataan itu disampaikan Nadiem saat membacakan duplik dalam sidang lanjutan, Selasa (23/6/2026).
"Inilah fakta yang diabaikan kejaksaan, bahwa mandat saya dari awal adalah untuk melakukan digitalisasi pendidikan sesuai dengan arahan Presiden.
Ini bukan agenda pribadi," kata Nadiem.
Menurut Nadiem, Jokowi telah memberikan instruksi agar Kementerian Pendidikan segera melakukan transformasi digital secara menyeluruh dan memanfaatkan teknologi untuk memperbaiki tata kelola pendidikan nasional.
>>> Realita Pahit Dunia Kerja: Antrean 2 Km di Malaysia dan Bayang-Bayang PHK di Indonesia
Ia mengungkapkan bahwa arahan tersebut sudah disampaikan Jokowi dalam rapat kabinet paripurna pertamanya.
"Bapak Presiden Joko Widodo langsung menyebut bahkan di tahun 2019 saat mulai jabatan saya bahwa diperlukan langkah-langkah terobosan yang cepat dengan memanfaatkan infrastruktur dan kemajuan teknologi yang ada," papar dia.
Nadiem juga mempertanyakan alasan dirinya dipilih sebagai Menteri Pendidikan jika bukan karena latar belakang dan pengalamannya di bidang teknologi.
Sebelumnya, jaksa menuntut Nadiem dengan hukuman 18 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek.
Selain pidana badan, jaksa juga menuntut denda sebesar Rp1 miliar subsider 190 hari kurungan.
>>> Cara Cek Status PKH dan BPNT Online Lewat HP, Mudah dan Cepat
Nadiem juga dituntut membayar uang pengganti senilai Rp809,596 miliar serta Rp4,87 triliun.
Update Terbaru
Prabowo Targetkan Penutupan 700 BUMN yang Merugi
Rabu / 24-06-2026, 09:07 WIB
Yusril Prihatin Mahasiswa Terima Uang Usai Demo, Ingatkan Perjuangan Harus Murni
Rabu / 24-06-2026, 09:07 WIB
Jenderal Terakhir yang Meninggalkan Afghanistan Kini Lengser
Rabu / 24-06-2026, 09:05 WIB
Terungkap, Trump Abaikan Peringatan Jenderal Sebelum Serang Iran
Rabu / 24-06-2026, 09:04 WIB
Buku Baru Ungkap Ide Gila Trump Bikin Pejabat Gedung Putih Cemas
Rabu / 24-06-2026, 09:04 WIB
Daftar SPKLU PLN di Medan Terdekat, Ini Lokasi Lengkapnya
Rabu / 24-06-2026, 08:59 WIB
Jadwal KRL Jogja–Solo 24 Juni 2026, Rute Padat dari Pagi hingga Malam
Rabu / 24-06-2026, 08:59 WIB
Uang Beredar Tembus Rp10.415 Triliun, BI Ungkap Likuiditas dan Kredit Makin Kencang
Rabu / 24-06-2026, 08:56 WIB
NHM Peduli Fasilitasi Operasi Jantung Warga Doro di Jakarta
Rabu / 24-06-2026, 08:56 WIB
Microsoft Rilis Windows 11 KB5095093, Bawa Segudang Perubahan Baru
Rabu / 24-06-2026, 08:49 WIB
BTS Cetak Sejarah dengan 'Swim' yang Debut di No. 1 Billboard Hot 100
Rabu / 24-06-2026, 08:42 WIB
Polaris Slingshot Berbody Kit Lamborghini Laku Rp 13.786, Jauh di Bawah Harga Pasar
Rabu / 24-06-2026, 08:42 WIB
Meta Glasses Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp5 Jutaan Siap Tantang Pasar Kacamata AI
Rabu / 24-06-2026, 08:40 WIB
4 HP Baterai 7000 mAh di Bawah Rp3 Juta, Performa Mantap Anti Lowbat
Rabu / 24-06-2026, 08:40 WIB






