Said Iqbal Pertanyakan Implementasi Perpres Potongan Aplikasi Ojol
Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mempertanyakan implementasi aturan potongan aplikasi ojek online di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta Selatan, pada Kamis (11/6/2026).
Kebijakan pemotongan tarif tersebut telah diatur oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026.
>>> Vinicius Junior Pasti Bertahan di Real Madrid Musim Depan
Regulasi tersebut menetapkan potongan aplikator sebesar 8 persen, sedangkan pekerja menerima 92 persen.
Meski regulasi telah berkekuatan hukum, pelaksanaan di lapangan menunjukkan para perusahaan aplikator masih menarik potongan sebesar 20 persen dari para pengemudi.
Kondisi ini memicu desakan agar naskah regulasi segera disebarluaskan kepada komunitas pekerja terkait.
"Kasus ojol, Presiden sudah memutuskan melalui Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026, berarti kalau sudah ada nomor, itu sudah tanda tangan kan?
Tapi sampai hari ini, kawan-kawan ojol nggak terima. Ini di mana nih masalahnya?
Padahal perintah dalam Perpres tersebut, potongan aplikator itu 8%, itu presiden sendiri yang memutuskan, teman-teman driver dapat 92%," katanya di Kemnaker, Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2026).
>>> IHSG Melemah ke Level 5.886, Saham KOPI dan RISE Justru Melonjak
Lantaran besaran potongan yang berjalan saat ini dinilai menyalahi instruksi kepala negara, Said Iqbal mendesak Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi untuk segera mengambil langkah konkret.
"Kebetulan juga KSPI, tempat organisasi yang saya pimpin, juga ada anggota ojol, di mana hari ini potongan aplikator tetap 20%.
Berarti ngelawan Presiden kalau kayak begini. Ini Menteri Perhubungan harus diingatkan," tambah dia.
Langkah tindak lanjut akan diambil melalui pengajuan permohonan audiensi resmi dengan pihak Kementerian Perhubungan guna mengurai hambatan operasional aturan tersebut.
Penyeragaman implementasi ini dinilai mendesak demi menjaga kredibilitas pernyataan kebijakan pemerintah di mata publik.
>>> KSAD Maruli Simanjuntak Bantah Isu Penggusuran Sekolah di Ende
"Kan yang kasihan Presiden, udah ngomong terbuka, udah mengumumkan, tapi yang dituduh Presiden antar ucapan dengan tindakan berbeda, kan nggak boleh kayak begitu," tegas Said Iqbal.
Update Terbaru
Rekaman 911 Ungkap Momen Mencekam Sebelum Influencer dan Suami Ditemukan Tewas
Minggu / 26-07-2026, 22:07 WIB
Eks Timnas U-19 Fatchu Rochman Resmi Perkuat Kendal Tornado FC
Minggu / 26-07-2026, 22:07 WIB
Kemenangan Perdana Port FC di Piala Presiden 2026 Jadi Modal Berharga
Minggu / 26-07-2026, 22:07 WIB
Pelatih Toiran Ungkap Fisik Pemain Jadi Penyebab Timnas Voli Gagal di SEA V Cup 2026
Minggu / 26-07-2026, 22:07 WIB
Kapal Tanker Meledak di Selat Hormuz Usai Tabrak Ranjau Laut
Minggu / 26-07-2026, 22:00 WIB
Ayu Ting Ting Sukses Goyang Penonton dengan Alamat Palsu
Minggu / 26-07-2026, 22:00 WIB
GROTESQQQUE Jadi 'Makanan Penutup' Sutradara Berkat Kebebasan Kreatif dari CloverWorks
Minggu / 26-07-2026, 22:00 WIB
Capcom Sebut Remake Resident Evil Sama Pentingnya dengan Game Utama
Minggu / 26-07-2026, 22:00 WIB
Pratu Galuh Gugur dalam Operasi Pengejaran Bandar Narkoba di Bireuen
Minggu / 26-07-2026, 21:59 WIB
Perbandingan One Piece dan Naruto: 16 Alasan Penggemar Tak Sepakat
Minggu / 26-07-2026, 21:57 WIB
Miyamoto: Gamer Kini Pilih Pengalaman Unik, Bukan Sekadar Spesifikasi Konsol
Minggu / 26-07-2026, 21:56 WIB
Kreator Dragon Striker Ungkap Sihir Ada di Luar Lapangan, Siap Jelaskan Misteri Masa Depan
Minggu / 26-07-2026, 21:56 WIB
The East Palace Raih 4,9 Juta Tayangan dalam Dua Hari Pertama di Netflix
Minggu / 26-07-2026, 21:56 WIB
Pelatih Port FC Soroti Gagal Penalti Meski Timnya Kalahkan PSMS
Minggu / 26-07-2026, 21:49 WIB







