GROTESQQQUE Jadi 'Makanan Penutup' Sutradara Berkat Kebebasan Kreatif dari CloverWorks
Atsushi Nishigori, sutradara yang dikenal lewat DARLING in the FRANXX dan kontribusinya di waralaba Evangelion, mendapatkan pengalaman berbeda saat menggarap film antologi orisinal terbaru CloverWorks, GROTESQQQUE.
Dalam wawancara tertulis dengan OtakuKart, Nishigori mengungkapkan bahwa proyek ini terasa seperti hadiah pribadi setelah bertahun-tahun mengerjakan produksi anime yang sangat terstruktur.
>>> Capcom Sebut Remake Resident Evil Sama Pentingnya dengan Game Utama
Film ini dijadwalkan tayang perdana di bioskop Jepang pada 6 November 2026, menampilkan tiga cerita mandiri dengan gaya artistik yang sangat berbeda.
Kebebasan Kreatif Tanpa Batasan
Berbeda dengan proyek anime orisinal lain yang dimulai dari konsep matang, GROTESQQQUE berawal dari ajakan CloverWorks kepada Nishigori untuk membuat film baru.
“Sejauh ini saya selalu mengerjakan cerita robot yang semuanya sudah terstruktur dengan baik,” ujar Nishigori.
“Proyek ini lebih berpusat pada hal yang benar-benar ingin saya ciptakan. Saya punya lebih banyak kebebasan.
Rasanya seperti hadiah kecil—makanan penutup saya—di mana akhirnya saya bisa membuat apa yang saya inginkan.”
Ia menambahkan bahwa produksi seperti Evangelion memiliki anggaran tetap dan struktur cerita yang direncanakan dengan cermat, sehingga membentuk proses kreatif yang berbeda.
>>> Pratu Galuh Gugur dalam Operasi Pengejaran Bandar Narkoba di Bireuen
Tiga Cerita dengan Identitas Berbeda
GROTESQQQUE terdiri dari tiga segmen: Aliens, Yoroshiku★Shoujo, dan Nocturne: On This Grotesque Night.
Setiap bagian memiliki gaya visual, karakter, dan nuansa emosional yang unik, namun tetap menjadi satu kesatuan proyek.
Nishigori sengaja ingin penonton merasa setiap babak berasal dari studio animasi yang berbeda. Karakter, latar, dan penyajiannya dibuat berbeda agar penonton tetap tertarik sepanjang film.
Musik juga menjadi fokus utama.
Animasi diselesaikan terlebih dahulu, lalu tim bekerja sama dengan musisi untuk menemukan lagu yang cocok dengan ritme emosional setiap adegan.
Nishigori menyebut adegan akhir Nocturne sebagai salah satu bagian paling menantang, dengan beberapa lagu dievaluasi untuk mencapai keseimbangan antara harapan dan melankolis.
>>> Perbandingan One Piece dan Naruto: 16 Alasan Penggemar Tak Sepakat
Menurut informasi dari CloverWorks, film ini menampilkan musik dari lebih dari 35 artis, termasuk METALVERSE, ASCA, Reol, dan TAKU INOUE.
Update Terbaru
Fajar/Fikri Syukur Raih Gelar Beruntun: Juara Japan Open dan China Open 2026
Minggu / 26-07-2026, 22:35 WIB
Indonesia Jadi Pembeli Pertama Rudal Astra Buatan India, China Waspada
Minggu / 26-07-2026, 22:35 WIB
Kementan Musnahkan 312 Ton Pakan Ternak Impor Brasil yang Tercemar Babi
Minggu / 26-07-2026, 22:28 WIB
Layar Cover Lebih Berguna, Samsung Galaxy Z Flip 8 Siap Saingi Apple
Minggu / 26-07-2026, 22:28 WIB
Cukup Duduk dan Angkat Tumit 5 Menit, Gula Darah Bisa Turun Drastis
Minggu / 26-07-2026, 22:28 WIB
AS Dukung Hak Pakistan untuk Bela Diri Setelah Serangan Udara di Afghanistan
Minggu / 26-07-2026, 22:14 WIB
Restoran Apung The Dive di Danau Winnipesaukee Ludes Terbakar
Minggu / 26-07-2026, 22:14 WIB
Jay-Z dan Beyoncé Bergoyang di Konser Lauryn Hill di Hamptons
Minggu / 26-07-2026, 22:14 WIB
Rekaman 911 Ungkap Momen Mencekam Sebelum Influencer dan Suami Ditemukan Tewas
Minggu / 26-07-2026, 22:07 WIB
Eks Timnas U-19 Fatchu Rochman Resmi Perkuat Kendal Tornado FC
Minggu / 26-07-2026, 22:07 WIB
Kemenangan Perdana Port FC di Piala Presiden 2026 Jadi Modal Berharga
Minggu / 26-07-2026, 22:07 WIB
Pelatih Toiran Ungkap Fisik Pemain Jadi Penyebab Timnas Voli Gagal di SEA V Cup 2026
Minggu / 26-07-2026, 22:07 WIB
Kapal Tanker Meledak di Selat Hormuz Usai Tabrak Ranjau Laut
Minggu / 26-07-2026, 22:00 WIB
Ayu Ting Ting Sukses Goyang Penonton dengan Alamat Palsu
Minggu / 26-07-2026, 22:00 WIB







