Film anime orisinal GROTESQQQUE menjadi salah satu produksi paling eksperimental dari CloverWorks.

Disutradarai oleh Atsushi Nishigori, yang dikenal lewat DARLING in the FRANXX dan karyanya di Evangelion, film ini menghadirkan tiga cerita mandiri dengan gaya visual, nuansa emosional, dan identitas musik yang berbeda.

>>> Jadwal Ibadah Salat Wilayah Makassar Bulan Juli 2026

Namun, ketiganya tetap terhubung dalam satu visi kreatif yang utuh.

GROTESQQQUE tidak diadaptasi dari manga atau novel, melainkan berawal dari undangan CloverWorks kepada Nishigori.

Kesempatan itu memungkinkannya keluar dari produksi terstruktur yang biasa ia garap dan menciptakan sesuatu yang didorong oleh insting artistiknya sendiri.

Dalam wawancara tertulis dengan OtakuKart, Nishigori merefleksikan kebebasan di balik proyek ini, inspirasi untuk tiga tokoh utama yang tidak biasa, tantangan menyelaraskan musik dari lebih dari 35 seniman dengan animasi, dan mengapa ia ingin setiap episode terasa seperti berasal dari studio yang berbeda.

Kebebasan Kreatif dan 'Dessert' Pribadi

Nishigori mengaku selama ini selalu mengerjakan cerita robot yang terstruktur rapi, termasuk saat bekerja di Evangelion.

Proyek GROTESQQQUE justru berpusat pada apa yang secara pribadi ingin ia ciptakan.

Ia menyebutnya sebagai 'dessert' kecil—sesuatu yang benar-benar ia inginkan.

Tentang tema tiga gadis yang dianggap tidak biasa oleh masyarakat, Nishigori mengaku tidak hanya memikirkan tokoh utama.

Ia lebih banyak mempertimbangkan karakter pendukung dan orang-orang yang berada di pinggiran masyarakat.

Ia tertarik mengeksplorasi bagaimana karakter-karakter itu berkontribusi pada pembangunan dunia dan bagaimana jarak mereka dari cerita utama bisa menciptakan sesuatu yang bermakna.

Musik dan Gaya Visual yang Berbeda

Soundtrack GROTESQQQUE melibatkan lebih dari 35 seniman, termasuk METALVERSE, ASCA, Reol, dan TAKU INOUE.