Pakistan mengaitkan kemungkinan pemulangan terpidana pelecehan anak Rochdale, Shabir Ahmed, dengan ekstradisi beberapa warga Pakistan yang menjadi kritikus pemerintah dan tinggal di Inggris.

Usulan itu muncul dalam pembahasan deportasi Ahmed, yang merupakan otak jaringan kejahatan seksual anak di Rochdale.

>>> Everson Griffen Ditangkap karena Tak Gunakan Alat Interlock

The Telegraph melaporkan hal ini pada Rabu, mengutip pejabat Pakistan yang mengetahui negosiasi.

Ahmed, yang dijuluki "Daddy" oleh para korban, dihukum pada 2012 atas beberapa kejahatan seksual terhadap anak, termasuk pemerkosaan.

Ia divonis 22 tahun penjara.

Meskipun kewarganegaraan Inggrisnya dicabut, undang-undang imigrasi Inggris saat ini mencegah deportasinya karena perlindungan hukum bagi penduduk jangka panjang dari negara Persemakmuran.

Pejabat Pakistan menyatakan akan mempertimbangkan menerima kembali Ahmed jika Inggris memenuhi permintaan ekstradisi yang sudah lama diajukan Islamabad terhadap beberapa warga Pakistan di Inggris.

Mereka yang dimaksud termasuk Shahzad Akbar, mantan penasihat Perdana Menteri Imran Khan; pensiunan perwira militer dan komentator Adil Raja; serta Altaf Hussain, pendiri Muttahida Qaumi Movement (MQM) yang berbasis di London.

Seorang pejabat senior Pakistan mengatakan Inggris harus "menghormati hal-hal yang penting" bagi Pakistan, bukan mengharapkan Islamabad menerima deportasi tanpa syarat.

>>> Mobil Tabrak Kerumunan Parade LGBTQ+ di Berlin, Satu Tewas

Pejabat itu juga menuduh Inggris menerapkan standar ganda dengan menolak mengekstradisi individu yang dianggap Pakistan sebagai aktivis anti-negara, sementara meminta pemulangan terpidana.

Pejabat Inggris dan Pakistan telah membahas kemungkinan deportasi Ahmed selama hampir setahun. Pemerintah Inggris juga telah mengkaji kemungkinan perubahan undang-undang untuk menghilangkan hambatan hukum deportasi dalam kasus serupa.

Laporan menyebutkan pejabat Inggris sempat mempertimbangkan pembatasan visa dan pengurangan bantuan jika Pakistan menolak bekerja sama, meskipun belum ada langkah seperti itu yang diumumkan.

Skandal eksploitasi seksual anak di Rochdale menyebabkan beberapa pria dihukum pada 2012 karena merayu dan melecehkan remaja putri di Inggris utara.

Kasus ini memicu pengawasan luas terhadap kepolisian, kegagalan perlindungan anak, dan hukum imigrasi.

Pakistan dan Inggris tidak memiliki perjanjian ekstradisi yang komprehensif. Permintaan yang melibatkan tokoh politik sering menjadi sengketa hukum dan diplomatik.

>>> pilihan terbaik

Pengadilan Inggris biasanya menilai permintaan ekstradisi berdasarkan hukum domestik dan kewajiban hak asasi manusia internasional.