Pakistan Siap Deportasi 20.000 Warga Afghanistan dari Peshawar

Otoritas Pakistan telah menyelesaikan persiapan untuk fase baru deportasi yang akan memulangkan sekitar 20.000 warga Afghanistan dari kota Peshawar di barat laut negara itu.
Langkah ini merupakan bagian dari kampanye nasional Islamabad terhadap warga asing tanpa dokumen sah.
>>> Pakistan Jadikan Pemulangan Pemerkosa Rochdale Syarat Ekstradisi Kritikus
Menurut laporan The Express Tribune pada Jumat, 10 Juli 2026, pihak berwenang di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa telah menyusun rencana operasi deportasi bertahap.
Operasi ini menargetkan warga Afghanistan yang tidak memiliki dokumen hukum yang sah atau izin tinggal yang sudah kedaluwarsa.
Kepolisian, otoritas distrik, dan badan keamanan telah memfinalisasi rencana operasional dengan koordinasi pemerintah federal.
Polisi dan badan keamanan di Peshawar telah menyiapkan daftar warga Afghanistan yang akan dimasukkan dalam operasi tersebut.
Pemerintah federal juga diharapkan membantu pejabat provinsi dalam menjalankan proses deportasi.
Operasi diperkirakan akan dimulai setelah kampanye vaksinasi polio nasional yang sedang berlangsung selesai.
Namun, otoritas Pakistan belum mengumumkan tanggal resmi dimulainya operasi.
Berdasarkan rencana yang dilaporkan, keluarga Afghanistan dari berbagai wilayah Peshawar akan dipindahkan terlebih dahulu ke pusat transit Nasir Bagh.
Di sana, petugas akan melakukan registrasi, verifikasi identitas, dan prosedur administrasi sebelum mengangkut mereka ke perbatasan Torkham untuk dipulangkan ke Afghanistan.
Otoritas telah mengumpulkan informasi tentang warga Afghanistan yang tinggal di beberapa wilayah Peshawar, termasuk Afghan Colony, Nasir Bagh, Chamkani, Charsadda Road, Ring Road, dan Board Bazaar.
Pejabat juga telah menyusun daftar terpisah warga Afghanistan yang bekerja di pasar, pabrik, bengkel, dan tempat komersial lainnya sebagai bagian dari persiapan.
>>> Everson Griffen Ditangkap karena Tak Gunakan Alat Interlock
Update Terbaru
Punggung Herdman Dipijat Staf Jelang Lawan Kamboja
Minggu / 26-07-2026, 21:35 WIB
RAN Tutup TRANS TV Festival Vol. 5 dengan Penampilan Memukau
Minggu / 26-07-2026, 21:35 WIB
Lions Rilis Depth Chart Pertahanan untuk Kamp Pelatihan 2026
Minggu / 26-07-2026, 21:28 WIB
Kolaborasi Empat Brand Lokal, Lakon Store Tampilkan PLESIR di JF3 2026
Minggu / 26-07-2026, 21:28 WIB
Bank BSN Pantau Rehabilitasi Mangrove di Bali untuk Jaga Kelestarian
Minggu / 26-07-2026, 21:28 WIB
Pesta Bakso Nasional 2026: 50 Pedagang dari Seluruh Nusantara Ramaikan Plaza GBK
Minggu / 26-07-2026, 21:28 WIB
Lari Bersama Notaris: 3.700 Orang Ramaikan Notarace 2026 di BSD Tangerang
Minggu / 26-07-2026, 21:21 WIB
30 Tahun Tragedi Kudatuli, PDIP Bandung Desak Penyelesaian Sejarah
Minggu / 26-07-2026, 21:14 WIB
Kementan Dorong Pengelolaan Alsintan Kolektif untuk Efisiensi Usaha Tani
Minggu / 26-07-2026, 21:14 WIB
Menguak Kekuatan Stussy One Piece: Vampir, Haki, dan Teknik Rokushiki
Minggu / 26-07-2026, 21:07 WIB
Uji Coba 10 Aplikasi Produktivitas di Google Pixel, Hanya 4 yang Layak Dipertahankan
Minggu / 26-07-2026, 21:07 WIB
Fitur Tersembunyi di Samsung Galaxy yang Menghentikan Banjir Notifikasi Spam
Minggu / 26-07-2026, 21:07 WIB
Judika Buka Konser Trans TV Festival dengan Lagu Hits, Penonton Bernyanyi Bersama
Minggu / 26-07-2026, 21:04 WIB
Pakistan Jadikan Pemulangan Pemerkosa Rochdale Syarat Ekstradisi Kritikus
Minggu / 26-07-2026, 21:00 WIB







