Pakistan Siap Deportasi 20.000 Warga Afghanistan dari Peshawar
Pakistan meluncurkan kampanye nasional untuk mendeportasi warga asing tanpa dokumen pada Oktober 2023.
Kebijakan ini bertujuan untuk menegakkan hukum imigrasi, meningkatkan manajemen perbatasan, dan mengatasi masalah keamanan.
Sejak saat itu, ratusan ribu warga Afghanistan telah kembali atau dideportasi ke Afghanistan melalui perbatasan Torkham dan Spin Boldak.
Kampanye deportasi ini telah menuai kritik berulang dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, UNHCR, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), dan organisasi hak asasi manusia.
Mereka memperingatkan bahwa banyak warga Afghanistan yang dipulangkan menghadapi kondisi kemanusiaan yang parah, akses terbatas terhadap mata pencaharian, dan potensi risiko perlindungan.
Kelompok yang rentan termasuk perempuan, anak perempuan, jurnalis, mantan pegawai pemerintah, dan mereka yang dianggap rentan di bawah kekuasaan Taliban.
Pakistan telah menjadi tuan rumah bagi salah satu populasi pengungsi Afghanistan terbesar di dunia selama lebih dari empat dekade.
Banyak warga Afghanistan melarikan diri ke Pakistan setelah Taliban kembali berkuasa pada Agustus 2021.
Sementara itu, sebagian lainnya masih menunggu pemukiman kembali ke negara ketiga, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Australia, dan negara-negara lain.
Badan-badan kemanusiaan mendesak Pakistan untuk memastikan bahwa setiap pemulangan bersifat sukarela, aman, dan dilakukan sesuai dengan hukum internasional.
Hal ini terutama penting bagi individu yang mungkin memiliki kebutuhan perlindungan internasional.
>>> Mobil Tabrak Kerumunan Parade LGBTQ+ di Berlin, Satu Tewas
Mereka juga menyerukan komunitas internasional untuk memperluas jalur pemukiman kembali dan meningkatkan dukungan bagi warga Afghanistan yang masih mengungsi.
Update Terbaru
AS Dukung Hak Pakistan untuk Bela Diri Setelah Serangan Udara di Afghanistan
Minggu / 26-07-2026, 22:14 WIB
Restoran Apung The Dive di Danau Winnipesaukee Ludes Terbakar
Minggu / 26-07-2026, 22:14 WIB
Jay-Z dan Beyoncé Bergoyang di Konser Lauryn Hill di Hamptons
Minggu / 26-07-2026, 22:14 WIB
Rekaman 911 Ungkap Momen Mencekam Sebelum Influencer dan Suami Ditemukan Tewas
Minggu / 26-07-2026, 22:07 WIB
Eks Timnas U-19 Fatchu Rochman Resmi Perkuat Kendal Tornado FC
Minggu / 26-07-2026, 22:07 WIB
Kemenangan Perdana Port FC di Piala Presiden 2026 Jadi Modal Berharga
Minggu / 26-07-2026, 22:07 WIB
Pelatih Toiran Ungkap Fisik Pemain Jadi Penyebab Timnas Voli Gagal di SEA V Cup 2026
Minggu / 26-07-2026, 22:07 WIB
Kapal Tanker Meledak di Selat Hormuz Usai Tabrak Ranjau Laut
Minggu / 26-07-2026, 22:00 WIB
Ayu Ting Ting Sukses Goyang Penonton dengan Alamat Palsu
Minggu / 26-07-2026, 22:00 WIB
GROTESQQQUE Jadi 'Makanan Penutup' Sutradara Berkat Kebebasan Kreatif dari CloverWorks
Minggu / 26-07-2026, 22:00 WIB
Capcom Sebut Remake Resident Evil Sama Pentingnya dengan Game Utama
Minggu / 26-07-2026, 22:00 WIB
Pratu Galuh Gugur dalam Operasi Pengejaran Bandar Narkoba di Bireuen
Minggu / 26-07-2026, 21:59 WIB
Perbandingan One Piece dan Naruto: 16 Alasan Penggemar Tak Sepakat
Minggu / 26-07-2026, 21:57 WIB
Miyamoto: Gamer Kini Pilih Pengalaman Unik, Bukan Sekadar Spesifikasi Konsol
Minggu / 26-07-2026, 21:56 WIB







