AS Dukung Hak Pakistan untuk Bela Diri Setelah Serangan Udara di Afghanistan
Amerika Serikat menegaskan dukungannya terhadap hak Pakistan untuk membela diri dari serangan teroris.
Pernyataan itu muncul beberapa hari setelah serangan udara lintas batas yang menurut PBB menewaskan sedikitnya 28 warga sipil di Afghanistan.
>>> Restoran Apung The Dive di Danau Winnipesaukee Ludes Terbakar
Departemen Luar Negeri AS pada Kamis (2/7/2026) mengatakan Washington mendukung hak Pakistan untuk membela diri.
"Rakyat Pakistan sangat menderita akibat teroris," kata pernyataan tersebut seperti dikutip Reuters.
Pernyataan itu tidak secara langsung membahas korban sipil yang dilaporkan atau mengomentari serangan spesifik di Afghanistan.
Serangan Udara Pakistan dan Respons Internasional
Militer Pakistan melancarkan serangan udara pada Minggu, 28 Juni, di provinsi Paktia, Paktika, dan Kunar di Afghanistan timur.
Islamabad mengatakan operasi itu menargetkan tempat persembunyian Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP) dan Jamaat-ul-Ahrar.
Pakistan menuduh kelompok-kelompok itu melakukan serangan di wilayah Pakistan.
Pejabat Pakistan mengatakan 25 anggota kelompok tewas, meskipun beberapa sumber Pakistan menyebut angka lebih tinggi.
PBB memberikan laporan berbeda. Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) mengatakan sedikitnya 28 warga sipil tewas dan 49 lainnya luka-luka.
Korban termasuk perempuan dan anak-anak. Angka itu masih bersifat sementara dan bisa bertambah.
Pejabat Taliban awalnya melaporkan 36 tewas, namun angka itu belum dikonfirmasi PBB.
Ketegangan Meningkat antara Pakistan dan Taliban
Pakistan berulang kali menuduh Taliban membiarkan pejuang TTP beroperasi dari wilayah Afghanistan.
>>> Jay-Z dan Beyoncé Bergoyang di Konser Lauryn Hill di Hamptons
Taliban membantah tuduhan itu dan mengatakan tanah Afghanistan tidak digunakan untuk mengancam negara tetangga.
Beberapa hari setelah serangan, Taliban mengklaim telah melancarkan serangan di dalam Pakistan.
Update Terbaru
Melampaui Batas: Koleksi THRESHOLD Tities Sapoetra di JF3 2026 Bercerita tentang Transisi Hidup
Minggu / 26-07-2026, 22:56 WIB
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri Raih Gelar China Open 2026
Minggu / 26-07-2026, 22:56 WIB
China Raih Dua Emas di China Open 2026, Chou Tien-cen Cetak Sejarah
Minggu / 26-07-2026, 22:56 WIB
Kaitlan Collins Tanggapi Lelucon Trump di WHCD dengan Kutipan Eleanor Roosevelt
Minggu / 26-07-2026, 22:56 WIB
Kacey Musgraves Batal Tiga Konser, Bukan karena Masalah Kesehatan
Minggu / 26-07-2026, 22:49 WIB
RAN Tutup TRANS TV Festival Vol 5 dengan Penampilan Memukau
Minggu / 26-07-2026, 22:49 WIB
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Hantui Debut Shin Tae Yong Bersama Persija
Minggu / 26-07-2026, 22:49 WIB
Zelensky Sebut Rusia Siapkan Pengerahan 30.000 Tentara Korea Utara
Minggu / 26-07-2026, 22:46 WIB
Reformasi BGN: Aksi Bersih-bersih di Bawah Kepemimpinan Baru
Minggu / 26-07-2026, 22:42 WIB
Kumpulkan 450.000 Kaleng, Pria Ini Raih Uang Muka Rumah
Minggu / 26-07-2026, 22:42 WIB
Lagu Firework Katy Perry Dipakai Konten Militer, Perry Protes
Minggu / 26-07-2026, 22:42 WIB
Fajar/Fikri Syukur Raih Gelar Beruntun: Juara Japan Open dan China Open 2026
Minggu / 26-07-2026, 22:35 WIB
Indonesia Jadi Pembeli Pertama Rudal Astra Buatan India, China Waspada
Minggu / 26-07-2026, 22:35 WIB
Kementan Musnahkan 312 Ton Pakan Ternak Impor Brasil yang Tercemar Babi
Minggu / 26-07-2026, 22:28 WIB







