Tentara Nasional Iran mengeluarkan peringatan keras bahwa konflik di kawasan Timur Tengah akan meluas secara geografis jika Amerika Serikat (AS) memilih untuk melanjutkan serangan terhadap Republik Islam tersebut.

Peringatan ini disampaikan menjelang kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Washington, yang dijadwalkan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump pada Selasa (28/7).

>>> Tragedi Tabanan: Nyawa Melayang Gara-Gara Ayam Aduan, Tangis Pilu Anak SD di Depan Jenazah Ayah Bikin Merinding

Juru Bicara Militer Iran, Mohammad Akraminia, menyatakan kepada stasiun televisi pemerintah pada Minggu (26/7) bahwa jika AS kembali tertipu oleh muslihat Zionis atau bergerak seirama dengan mereka dan bersikeras melanjutkan perang, khususnya melalui serangan udara, maka secara geografis wilayah perang ini akan semakin meluas.

Ia menekankan bahwa skala peperangan telah meluas hingga ke Selat Bab al-Mandab di pintu masuk Laut Merah, merujuk pada ketegangan militer yang melibatkan kelompok pemberontak Houthi di Yaman yang didukung Iran.

Akraminia menegaskan bahwa jangkauan operasi militer Iran saat ini mencakup seluruh kawasan, mulai dari basis-basis militer AS di Yordania hingga negara-negara di sepanjang Teluk Persia.

Ia menilai situasi yang dihadapi AS di Timur Tengah saat ini sangat sulit dan tidak stabil, dan memprediksi bahwa Washington kini tengah sibuk mencari strategi baru untuk menghadapi dinamika di kawasan tersebut.

Lebih lanjut, Akraminia menyatakan bahwa Iran telah bersiap menghadapi setiap opsi dan skenario yang mungkin terjadi.

Pernyataan ini muncul setelah Israel mengumumkan pada Jumat (24/7) bahwa Netanyahu dijadwalkan bertemu dengan Trump di Gedung Putih pada Selasa (28/7).

>>> Tampang Pelaku Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, Kronologi dan Fakta Terbaru Kasus Sumarna, Benarkah Masih Dibawah Umur?