Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (11/6/2026). Indeks terkoreksi 16,34 poin atau 0,28% ke level 5.886.

Total nilai transaksi di bursa mencapai Rp 22,04 triliun. Sebanyak 282 saham menguat, 439 saham melemah, dan 238 saham stagnan.

>>> KSAD Maruli Simanjuntak Bantah Isu Penggusuran Sekolah di Ende

Volume perdagangan tercatat 30,49 miliar saham dengan frekuensi 2.312 juta kali transaksi.

Sektor Keuangan Pimpin Penguatan

Beberapa sektor masih mencatat penguatan signifikan. Sektor keuangan memimpin dengan kenaikan 1,36%.

Sektor kesehatan naik 0,74%, properti 0,7%, infrastruktur 0,56%, dan teknologi 0,54%.

Di sisi lain, sektor barang baku merosot 4,27% dan energi turun 2,12%.

Sektor transportasi melemah 1,41%, perindustrian 0,79%, barang konsumen primer 0,66%, dan non-primer 0,57%.

Sentimen Negatif dari Geopolitik dan Inflasi AS

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut koreksi IHSG searah dengan mayoritas bursa Asia. Sentimen negatif utama dipicu ketegangan geopolitik antara AS dan Iran.

Pasar juga tertekan kenaikan inflasi tahunan AS ke 4,2% dari sebelumnya 3,8%. Lonjakan harga energi dan bahan bakar akibat situasi Timur Tengah menjadi pendorong utama.

Hal ini memperkuat spekulasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, yang berpotensi membebani aktivitas ekonomi dan menaikkan biaya pendanaan.

>>> 5 Resep Bihun Goreng Enak dan Praktis untuk Menu Sehari-hari

Penyesuaian Harga Pertamax Jadi Perhatian

Dari domestik, penyesuaian harga BBM nonsubsidi Pertamax ikut menjadi perhatian. Kenaikan harga Pertamax dikhawatirkan memicu perpindahan konsumsi ke Pertalite yang dapat memperbesar beban kuota subsidi energi.

Saham KOPI dan RISE Melonjak

Di tengah pelemahan indeks, beberapa emiten mencatat lonjakan harga 25% hingga 34% dalam sehari. PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI) memimpin dengan kenaikan 34,67% ke Rp 202.