Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak angkat bicara mengenai isu penggusuran bangunan sekolah di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.

Pernyataan itu disampaikan di Jakarta pada Rabu (10/06/2026) menanggapi kabar yang beredar di media sosial.

>>> 5 Resep Bihun Goreng Enak dan Praktis untuk Menu Sehari-hari

Isu tersebut menyebutkan personel Babinsa menggusur Sekolah Dasar Negeri Wolomoni di Desa Niawula pada Sabtu, 6 Juni 2026, untuk dialihfungsikan menjadi Koperasi Desa Merah Putih.

Belum Ada Laporan Resmi

Jenderal Maruli Simanjuntak menyatakan bahwa Markas Besar TNI AD hingga saat ini belum menerima laporan resmi dari jajaran di daerah terkait dugaan penggusuran tersebut.

"Kayaknya enggak mungkin se-ekstrem itu. Masa ada sekolah ditiadakan seperti itu," ujar Maruli di Jakarta.

>>> Pemerintah Tunjuk Danantara Sumberdaya Indonesia Kelola Ekspor Komoditas Strategis

Ia menambahkan bahwa tindakan membubarkan institusi pendidikan yang sah secara hukum berpotensi menimbulkan konsekuensi yuridis bagi oknum yang terlibat.

"Enggak ada [laporan], cuma sibuk di media aja kadang-kadang begini-begini. Namun realistisnya, kan enggak mungkin ada sekolah yang sudah terdaftar terus ditiadakan.

Wah, ini bisa kena tuntutan hukum dia. Nanti saya coba cek," kata Maruli.

>>> Pemko Medan Perluas Program Tebus Ijazah ke Madrasah Swasta

Pihak TNI AD akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan guna memastikan kebenaran informasi yang beredar di masyarakat.