Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Wolomoni di Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (18/6).

Kunjungan ini dilakukan setelah sekolah tersebut viral terkait rencana penggunaan lahannya untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

in1

>>> Hasil Piala Dunia 2026: Messi Cetak 2 Gol, Argentina Hajar Austria

Selama di lokasi, Gibran berkeliling melihat kondisi sekolah, menyapa guru, siswa, tokoh adat, serta warga setempat.

Ia juga menyerahkan bingkisan kepada siswa berupa tas sekolah, alat tulis, dan tempat bekal.

Usai mendengar langsung aspirasi guru, orangtua murid, serta menerima laporan dari kepala sekolah dan kepala desa, Gibran menyatakan membawa sejumlah pekerjaan rumah yang akan segera ditindaklanjuti.

"Nanti pulang dari sini saya punya PR soal MBG, PKH, KIS, sinyal internet, KDMP, serta aspirasi dari tenaga pendidik," ujar putra sulung Presiden ketujuh RI Joko Widodo itu.

Pihak sekolah dan desa melaporkan dapur SPPG 3T sudah dibangun, namun belum beroperasi karena belum mengantongi izin resmi, sehingga siswa belum bisa menikmati program MBG.

Merespons hal itu, Wapres menegaskan penanganannya harus dipercepat. "SDN Wolomoni belum dapat MBG meski dapurnya sudah siap.

Ini harus dipercepat karena wilayah seperti ini lebih membutuhkan program ini," ujar Gibran.

>>> Kontroversi Bintang 'Love Island' Alannah Keyser Usai Ucapkan Kata Rasis

"Saya sadar MBG masih banyak kekurangannya. Apalagi pimpinannya baru saja ditangkap, sehingga ke depannya tata kelola harus diperbaiki agar lebih efisien," imbuhnya.

Mengenai polemik KDMP, Gibran memastikan lokasi pembangunannya akan dikaji ulang. "Carikan lokasi terbaik, jangan sampai mengganggu sekolah, bersaing dengan BUMDes maupun pedagang warga.

Pastikan menjadi ekosistem yang saling melengkapi," ujar Gibran.

Selain itu, dia juga menanggapi keluhan warga lainnya seperti kualitas sinyal internet yang masih terbatas, bantuan PKH dan KIS yang belum menjangkau seluruh siswa dan keluarga, serta kebutuhan pembangunan ruang guru yang belum terwujud.

Kepala Sekolah SDN Wolomoni, Yohanes Dua, mengaku senang bisa bertemu langsung dengan Wakil Presiden dan menyampaikan aspirasi.

Ia menambahkan, dalam dialog itu pihaknya juga menyampaikan kebutuhan sarana prasarana, seperti ruang guru, pagar sekolah, dan perbaikan jaringan internet.

>>> Messi Resmi Pegang Rekor Gagal Penalti Terbanyak di Piala Dunia

Fasilitas tersebut rencananya akan dimasukkan ke dalam program revitalisasi sekolah.