Pelatih timnas Paraguay, Gustavo Alfaro, melontarkan kritik tajam kepada FIFA terkait penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Ia menilai turnamen ini semakin menjauh dari akar sepak bola sebagai olahraga rakyat.

Alfaro menyoroti mahalnya biaya perjalanan dan akomodasi yang harus ditanggung suporter. Menurutnya, hal itu membuat hanya segelintir orang yang bisa menikmati atmosfer langsung di stadion.

in1

>>> Cadangan Minyak Darurat AS Tersimpan di Gua Garam Bawah Tanah, Ini Fungsinya Saat Pasar Panik

"Orang-orang yang saya kenal sedang mengalami masa sulit. Bepergian menjadi sangat rumit dan mahal.

Piala Dunia terlalu dilebih-lebihkan, esensi sepak bola sudah hilang," ujarnya.

Alfaro menegaskan bahwa komersialisasi berlebihan telah menghilangkan esensi sepak bola. "Sepak bola tidak bisa hanya menjadi bisnis.

Hari ini hanya kelompok terbatas yang bisa merasakan semuanya," tambahnya.

>>> Madonna Ungkap Alasan Biopiknya Batal Diproduksi Universal

Kritik terhadap Jeda Hidrasi

Tak hanya itu, Alfaro juga mengkritik kebijakan jeda hidrasi yang diterapkan di beberapa pertandingan. Menurutnya, jeda tersebut lebih bernuansa komersial ketimbang kebutuhan olahraga.

"Itu bukan jeda minum, itu jeda iklan," tegasnya.

Pelatih asal Argentina itu mengingatkan bahwa sepak bola lahir dari kalangan sederhana dan seharusnya tetap inklusif.

>>> Boy George Kecam Unggahan Father's Day Dorit Kemsley yang Serang Mantan Suami

Ia menekankan bahwa kekuatan sepak bola terletak pada aksesibilitasnya bagi semua kalangan, bukan hanya elite.