Sebuah dealer GMC di Long Island, New York, menggugat General Motors (GM) ke pengadilan. Dealer bernama Sun GMC itu menuduh GM melakukan alokasi yang diskriminatif dan tidak adil.

Menurut gugatan, masalah bermula pada 2018. Sebelumnya, pada 2017, GM mengirim 1.200 kendaraan ke dealer tersebut.

in1

>>> Tesla Tabrak Rumah di Texas, Seorang Wanita Tewas

Namun, angka itu terus menurun drastis.

Pada 2023, Sun GMC hanya menerima 380 unit. Tahun berikutnya 426 unit, dan pada 2025 hanya 501 unit.

Padahal, untuk mencapai rating memuaskan, dealer perlu menjual lebih dari 900 unit.

Dengan stok yang minim, dealer terpaksa memajang mobil bekas di ruang pamer agar tidak terlihat akan tutup. Persediaan mereka sering kali hanya sekitar 50 kendaraan selama setahun terakhir.

Solusi yang Tidak Masuk Akal

Presiden Sun GMC, Patrick Cassino, mengungkapkan bahwa eksekutif GM menyuruhnya membeli stok dari dealer Buick dan GMC lain yang kelebihan pasokan.

>>> Porsche Carrera GT Guards Red: Hanya 80 Unit dari 1.270 yang Berwarna Ini

Namun, langkah itu akan menambah biaya sekitar $2.000 per kendaraan.

Cassino mengatakan margin tersebut tidak mungkin ditanggung dealer dan tetap meraih untung. Ia menyebut instruksi itu disampaikan secara lisan maupun tertulis.

Dalam gugatan, Sun GMC menuntut ganti rugi kompensasi sebesar $15 juta. Dealer juga meminta ganti rugi punitif atas dugaan pelanggaran kontrak dan undang-undang dealer New York.

GM belum menanggapi gugatan tersebut. Perusahaan mengatakan tidak akan berkomentar mengenai perkara yang masih berjalan.

>>> Lucid PHK 18% Karyawan AS, Hanya Empat Bulan Setelah Potong 12%

Sementara itu, Sun GMC harus membela diri di pengadilan dengan ruang pamer yang dipenuhi mobil bekas.