Pernahkah Anda merasa lebih nyaman bekerja di meja bersih tanpa banyak barang, sementara rekan kerja justru memenuhi mejanya dengan foto, tanaman hias, atau koleksi benda favorit?

Pilihan tersebut ternyata tidak hanya soal selera.

in1

>>> Munas NU 2026 Desak Perlindungan Data Pribadi, Larang Akses Negara Lain

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa cara seseorang memilih dan menata ruang kerja dapat memberikan petunjuk mengenai kepribadian, kebutuhan psikologis, hingga gaya bekerja.

Lingkungan kerja sering menjadi ruang untuk mengekspresikan diri. Tak heran jika banyak orang berusaha menciptakan area kerja yang nyaman sekaligus mencerminkan identitas mereka.

Meja Rapi dan Pribadi Terorganisir

Salah satu hal yang paling mudah diamati adalah tingkat kerapihan meja.

Orang yang menyukai meja kerja bersih dan tertata umumnya dianggap memiliki karakter disiplin, terstruktur, dan mampu mengelola pekerjaan dengan baik.

Dalam psikologi kepribadian, sifat ini kerap dikaitkan dengan tingkat conscientiousness yang tinggi, yakni kecenderungan bertanggung jawab dan berorientasi pada tujuan.

Sebaliknya, meja penuh tumpukan dokumen atau barang pribadi sering diasosiasikan dengan pribadi spontan dan fleksibel. Namun, para ahli mengingatkan bahwa kesan tersebut tidak selalu akurat.

Dekorasi dan Kebutuhan Berekspresi

Bagi sebagian orang, ruang kerja bukan hanya tempat menyelesaikan tugas, tetapi juga sarana menunjukkan jati diri.

Penelitian menemukan bahwa individu dengan tingkat keterbukaan terhadap pengalaman baru cenderung lebih banyak menggunakan elemen dekoratif seperti karya seni, buku, atau benda yang mencerminkan minat mereka.

Sementara orang yang lebih ekstrovert umumnya menampilkan lebih banyak elemen yang berkaitan dengan hubungan sosial, seperti foto teman, keluarga, atau rekan kerja.

Keberadaan benda-benda tersebut dapat membantu menciptakan suasana nyaman selama bekerja.