Snowplow Parenting: Pola Asuh yang Bisa Hambat Kemandirian Anak
Setiap orang tua tentu ingin anaknya sukses dan bahagia. Namun, keinginan tersebut kadang membuat sebagian orang tua tanpa sadar menerapkan pola asuh yang disebut snowplow parenting.
Istilah snowplow parenting, atau dikenal juga sebagai lawnmower parenting dan bulldozer parenting, menggambarkan cara pengasuhan ketika orang tua berusaha 'menyingkirkan' semua hambatan di depan anak.
>>> Messi: Spektakuler Jadi Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia
Tujuannya agar anak tidak merasakan sakit, kegagalan, atau ketidaknyamanan dalam proses tumbuh kembangnya.
Di balik niat baik tersebut, ada dampak yang perlu diwaspadai. Sebab, pengalaman menghadapi tantangan justru merupakan bagian penting dalam membentuk kemandirian dan ketahanan mental anak.
Sering Disamakan dengan Helicopter Parenting
Mengutip WebMD, snowplow parenting kerap disamakan dengan helicopter parenting, meski keduanya tidak sepenuhnya sama.
Pada helicopter parenting, orang tua cenderung 'mengawasi dari atas' dan langsung turun tangan saat masalah muncul.
Sementara itu, pada snowplow parenting, orang tua berusaha mencegah masalah itu muncul sejak awal dengan cara menghilangkan semua rintangan.
Keduanya sama-sama menunjukkan keterlibatan orang tua yang sangat tinggi dalam kehidupan anak. Namun, keterlibatan berlebihan ini bisa berdampak kurang baik jika tidak dibatasi.
Pola asuh ini sering kali tidak disadari karena dimulai dari hal-hal kecil.
Misalnya, orang tua merasa lebih cepat dan mudah jika mengerjakan sesuatu untuk anak dibanding harus mengajarkannya terlebih dahulu.
>>> Baku Tembak di Montreal, Polisi dan Pelaku Tewas
Beberapa tanda snowplow parenting antara lain: orang tua melakukan hampir semua hal untuk anak, termasuk tugas sekolah atau aktivitas harian; terlalu sering mengatur jadwal dan keputusan anak tanpa memberi ruang pilihan; sangat protektif hingga membatasi aktivitas yang sesuai usia anak; terlibat berlebihan dalam urusan sekolah, seperti menghubungi guru atau bahkan mengerjakan tugas anak; serta berusaha menghapus setiap kegagalan atau konsekuensi yang dialami anak.
Update Terbaru
Kronologi BEM FH UBK Diinterogasi, Diduga Terima Uang Usai Bertemu Wapres Gibran
Selasa / 23-06-2026, 08:18 WIB
Kejari Sleman Bantah Klaim Sakit, Tegaskan Raudi Akmal Layak Ditahan
Selasa / 23-06-2026, 08:17 WIB
Corvette ZR1X Pecahkan Rekor Produksi Pikes Peak, Ford Juara Umum
Selasa / 23-06-2026, 08:14 WIB
Sharp Genjot Produk Ramah Lingkungan, Gandeng Pemda DKI Kelola Sampah Elektronik dan Tanam 600 Pohon
Selasa / 23-06-2026, 08:14 WIB
Oppo Kuasai Pasar Smartphone Indonesia Q1 2026, Find X9 Ultra dan Find X9s Bidik Premium
Selasa / 23-06-2026, 08:14 WIB
4 Tips Diet Ala Jepang, Perut Tetap Slim Meski Makan Nasi 3x Sehari
Selasa / 23-06-2026, 08:14 WIB
Putih Telur vs Kuning Telur: Mana yang Lebih Kaya Protein?
Selasa / 23-06-2026, 08:14 WIB
Ruben Onsu Bertemu Anak-anak Sesaat Jelang Berangkat Umrah
Selasa / 23-06-2026, 08:14 WIB
Messi Cetak Gol Spektakuler Meski Dikepung Lima Pemain Austria
Selasa / 23-06-2026, 08:07 WIB
NASA Uji Coba Bola Piala Dunia 2026 di Stasiun Antariksa
Selasa / 23-06-2026, 08:07 WIB
Roy Suryo Segera Disidang, Jokowi Siap Jadi Saksi dan Tunjukkan Ijazah
Selasa / 23-06-2026, 08:07 WIB
Purbaya Yakin Harga Pertamax Turun Imbas Damai AS-Iran
Selasa / 23-06-2026, 08:03 WIB
Perempuan Disiksa dan Disekap di Bandung Alami Luka Permanen dan Buta
Selasa / 23-06-2026, 08:03 WIB
Trump: Aset Iran Rp106 T Harus Dibelikan Makanan AS
Selasa / 23-06-2026, 08:02 WIB






