Sering Dimarahi Orang Tua Saat Kecil? Ini Efeknya Saat Dewasa
Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa anak yang dibesarkan dengan pola asuh keras, seperti bentakan dan kekerasan fisik, berisiko lebih tinggi mengembangkan sifat kepribadian negatif saat dewasa.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Personality and Individual Differences ini menyoroti hubungan antara pengalaman masa kecil dengan munculnya Dark Tetrad, yaitu narsisme, Machiavellianisme, psikopati, dan sadisme.
>>> PSSI Buka Peluang Timnas Indonesia Gunakan SUGBK di Piala AFF 2026
Narsisme ditandai dengan rasa percaya diri berlebihan dan kebutuhan akan kekaguman. Machiavellianisme adalah kecenderungan memanipulasi orang lain demi keuntungan pribadi.
Psikopati berkaitan dengan kurangnya empati dan perilaku antisosial, sedangkan sadisme merujuk pada kepuasan dari penderitaan orang lain.
Peneliti utama David Pineda dari Miguel Hernández University of Elche, Spanyol, menjelaskan bahwa banyak penelitian sebelumnya telah menghubungkan pengalaman buruk masa kecil dengan perilaku antisosial.
Namun, studi ini ingin melihat lebih jauh bagaimana pola asuh membentuk kepribadian.
Penelitian melibatkan 370 orang dewasa berusia 18 hingga 80 tahun di Spanyol.
Peserta mengisi kuesioner tentang pengalaman masa kecil dan tes psikologi untuk mengukur tingkat narsisme, psikopati, Machiavellianisme, dan sadisme.
>>> Richard Lee Jalani Sidang Kasus Perlindungan Konsumen di Tangerang
Hasilnya, semua bentuk pola asuh keras terkait dengan peningkatan skor Dark Tetrad. Dampak terbesar ditemukan pada agresi psikologis dan kekerasan fisik berat.
Agresi psikologis seperti membentak, berteriak, atau memaki anak menjadi prediktor kuat munculnya psikopati dan sadisme. Sementara kekerasan fisik berat, seperti mencekik, berkaitan dengan narsisme, Machiavellianisme, dan psikopati.
"Pengalaman masa kecil, khususnya paparan terhadap disiplin keras dari orang tua, dapat berperan dalam membentuk sifat kepribadian gelap," kata Pineda dikutip dari PsyPost, Jumat (19/6/2026).
Metode disiplin non-kekerasan, seperti menjelaskan kesalahan atau memberikan arahan tenang, tidak ditemukan memprediksi Dark Tetrad dibandingkan agresi berat.
Peneliti mengingatkan studi ini tidak membuktikan hubungan sebab-akibat langsung. Penelitian berdasarkan laporan pengalaman masa lalu sehingga ada kemungkinan bias ingatan.
>>> Mengenal Hari Besar Nasional dan Internasional Setiap 20 April
Faktor genetik, budaya, dan dukungan sosial juga memengaruhi perkembangan kepribadian.
Update Terbaru
PSAT Targetkan Diversifikasi Komoditas dan Ekspansi Wilayah pada 2026
Jumat / 19-06-2026, 14:38 WIB
Chery Resmi Pilih Nama Stockman untuk Pikap Kabin Ganda Terbaru
Jumat / 19-06-2026, 14:37 WIB
Persija Jakarta Resmi Berpisah dengan Hanif Sjahbandi
Jumat / 19-06-2026, 14:37 WIB
Timnas Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Skema Bola Mati
Jumat / 19-06-2026, 14:37 WIB
Konflik Timur Tengah Hambat Pertumbuhan Ekspor Jam Tangan Swiss
Jumat / 19-06-2026, 14:37 WIB
Ketahui Usia Ideal Bayi Mulai Bisa Duduk Tegak Sendiri
Jumat / 19-06-2026, 14:37 WIB
Sebagian Besar Sapi Terjangkit PMK di Kudus Sembuh
Jumat / 19-06-2026, 14:36 WIB
Brigadir Rizka Divonis 10 Tahun Penjara atas Kematian Suami
Jumat / 19-06-2026, 14:36 WIB
GEA Aesthetic Luncurkan PolyPhil untuk Dukung Regenerative Aesthetics
Jumat / 19-06-2026, 14:36 WIB
Hollywood Kini Incar Reddit sebagai Ladang Ide Cerita Film
Jumat / 19-06-2026, 14:36 WIB
Cara Menghapus Akun Facebook secara Permanen Lewat Pusat Akun Meta
Jumat / 19-06-2026, 14:36 WIB
Kenaikan Harga BBM Jadi Momentum Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
Jumat / 19-06-2026, 14:36 WIB
Alex Marquez Dapat Lampu Hijau untuk Latihan GP Ceko
Jumat / 19-06-2026, 14:35 WIB
Apindo Dorong Jawa Tengah Jadi Hub Investasi Asia
Jumat / 19-06-2026, 14:32 WIB






