Setiap orang tua tentu menantikan tonggak perkembangan buah hati, termasuk saat bayi mulai bisa duduk tegak sendiri.

Kemampuan ini merupakan bagian penting dari perkembangan motorik kasar yang perlu dipahami tahapannya.

in1

>>> Sebagian Besar Sapi Terjangkit PMK di Kudus Sembuh

Menurut dokter spesialis anak Laura Jana, MD, bayi biasanya mulai menunjukkan keinginan untuk belajar duduk pada usia 4 hingga 6 bulan.

Namun, pada fase awal ini mereka masih membutuhkan topangan karena keseimbangan tubuh belum sempurna.

“Jika seseorang menyentuh mereka dengan lembut atau sekadar ada hembusan angin, bayi mungkin akan terjatuh ke samping. Ini wajar,” ujar Jana.

Tahapan Posisi Duduk Awal pada Anak

Proses perkembangan motorik ini berjalan secara bertahap, mulai dari posisi yang membutuhkan sanggaan hingga akhirnya mampu tegak sendiri.

Berikut tiga fase posisi duduk awal pada anak.

Fase pertama adalah duduk dengan bantuan.

Latihan ini bisa dilakukan dengan menopang tubuh anak atau menggunakan bantal penyangga, biasanya mendekati usia 5 bulan setelah otot leher dan kontrol kepala anak semakin kuat.

Fase kedua adalah posisi tripod, di mana anak menempatkan kedua lengannya di depan kaki sebagai penopang tambahan.

>>> Brigadir Rizka Divonis 10 Tahun Penjara atas Kematian Suami

Posisi ini bertumpu pada bokong dan kedua tangan, biasanya berlangsung antara usia 4 hingga 6 bulan.

Fase ketiga adalah duduk tegak mandiri.

Anak umumnya mampu mempertahankan posisi duduk tanpa alat bantu, lengannya sendiri, atau bantuan orang lain pada usia 8 atau 9 bulan.

Ini merupakan puncak dari latihan kekuatan dan keseimbangan otot.

“Ketika bayi telah menguasai keseimbangan dan membangun kekuatan, serta daya tahan otot yang diperlukan, mereka akan menjadi lebih percaya diri saat duduk, biasanya pada usia sekitar 9 bulan,” kata Jana.