Ketentuan usia ideal anak masuk Sekolah Dasar (SD) kembali menjadi sorotan. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan penjelasan terbaru mengenai aturan tersebut.

Gogot Suharwoto, Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, menyatakan bahwa pada tahun 2026 usia masuk SD tidak mutlak harus tujuh tahun.

>>> 7 Cara Membuat Kebun Gantung Anti Tikus dari Barang Bekas, Solusi Lahan Sempit

Anak berusia lima hingga enam tahun memiliki peluang mendapatkan pengecualian masuk lebih awal.

Perspektif Psikologi Mengenai Kematangan Anak

Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim, M. Psi.

, pakar psikologi dari Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa standar usia kesiapan setiap anak tidak bisa disamaratakan.

Kematangan belajar bisa muncul pada usia enam tahun, atau dalam beberapa kasus di usia lima tahun.

Secara umum, rata-rata anak dianggap benar-benar matang untuk belajar formal saat mencapai usia tujuh tahun. Faktor stimulasi sejak dini memegang peranan krusial terhadap tingkat kematangan anak.

Afia Fitriana, S. Psi.

, M. Psi.

, pakar psikologi perkembangan dari Universitas Sebelas Maret (UNS), menegaskan bahwa standar penerimaan siswa seharusnya mengacu pada kesiapan belajar, bukan sekadar angka usia.

Kesiapan belajar mencakup perkembangan fisik, mental, kemampuan bersosialisasi, dan kematangan emosional.

>>> Keadilan di Atas Kertas: Kisah Buruh Menang di Pengadilan tapi Tak Dapat Hak

Beberapa indikator perkembangan yang perlu diperhatikan orang tua:

  • Kemampuan mengelola perilaku dan fokus selama belajar.
  • Perkembangan motorik, seperti keseimbangan dan kontrol fisik.
  • Keterampilan berbicara dan memahami instruksi.
  • Perkembangan kepribadian, termasuk rasa percaya diri dan manajemen diri.

Kemampuan adaptasi menjadi faktor penentu. Anak dianggap siap jika mampu mengendalikan keinginan bermain dan beralih fokus saat kegiatan belajar dimulai.