Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Anak Maluku Jadi Prioritas
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Proyek LNG Abadi Blok Masela akan menyerap sekitar 12 ribu tenaga kerja langsung selama masa konstruksi.
Pemerintah meminta perusahaan operator untuk memprioritaskan putra daerah Maluku dalam rekrutmen tenaga kerja tersebut.
>>> Blak-blakan Ahmad Luthfi soal Tugas Berat Bangun Jawa Tengah
Bahlil menyampaikan hal itu saat Groundbreaking Proyek LNG Abadi Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7).
Menurut Bahlil, jika memperhitungkan tenaga kerja tidak langsung, jumlahnya bisa mencapai tiga kali lipat dari angka tersebut.
Sementara saat proyek mulai beroperasi, Blok Masela diperkirakan mempekerjakan sekitar 800 hingga 1.000 tenaga kerja.
Prioritas untuk Putra Daerah
Pemerintah bersama INPEX selaku operator telah sepakat bahwa rekrutmen akan mengutamakan masyarakat di wilayah terdampak langsung, khususnya warga Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya.
Bahlil mengungkapkan bahwa sebagian anak dari kedua daerah tersebut telah disiapkan melalui pendidikan di Akademi Minyak dan Gas (Akamigas) Cepu milik Kementerian ESDM.
"Anak-anak Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya sudah ada yang dikirim untuk sekolah di Cepu.
Lulusan mereka yang sudah keluar tiga sampai empat tahun lalu akan kita serap semuanya," jelas Bahlil.
Ia meminta Inpex, Petronas, dan Pertamina mengutamakan tenaga kerja profesional dari wilayah setempat sebelum merekrut dari daerah lain atau luar negeri.
>>> Lamine Yamal dan Porro Berlatih Terpisah Jelang Final Lawan Argentina
"Kalau sudah habis, baru ambil dari Jawa atau luar negeri. Jangan sampai anak-anak daerah menganggap investasi masuk tidak memprioritaskan mereka," imbuhnya.
Selain tenaga kerja, Bahlil juga meminta SKK Migas memprioritaskan pelibatan pengusaha lokal dalam berbagai pekerjaan selama pembangunan proyek.
Ia menegaskan bahwa proyek strategis nasional ini harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, bukan hanya keuntungan bagi investor.
"Saya sudah bicara dengan SKK Migas agar pekerjaan-pekerjaan diprioritaskan untuk pengusaha lokal. Ini sejalan dengan perintah Bapak Presiden agar masyarakat daerah menjadi objek dan subjek pembangunan," terangnya.
Di sisi lain, Bahlil mengingatkan pemerintah daerah untuk menjaga proses rekrutmen dan pelaksanaan proyek tetap profesional.
"Saya minta kepada gubernur dan bupati, ingat ini bukan proyek APBD. Harus profesional.
Jangan main KKN. Jangan karena tim sukses lalu didorong masuk, tidak boleh.
>>> Kemnaker Bocorkan Tips Agar Perusahaan Dilirik Jadi Mitra Magang 2026
Harus profesional," tandas Bahlil.
Update Terbaru
China Pecat Politburo Ma Xingrui dalam Pembersihan Korupsi
Jumat / 17-07-2026, 09:51 WIB
Operator Teleprompter Trump Diskors karena Taruhan di Pasar Prediksi
Jumat / 17-07-2026, 09:51 WIB
BRIN Temukan 63 Sumur Kuno di Trowulan, Bukti Sistem Air Majapahit Maju
Jumat / 17-07-2026, 09:51 WIB
Apa Itu Reksadana Campuran dan Reksadana Pasar Uang? Panduan Lengkap untuk Pemula
Jumat / 17-07-2026, 09:51 WIB
Sinopsis dan Link Nonton Legal Demon Slayer Season 4
Jumat / 17-07-2026, 09:50 WIB
Nonton Film Cek Khodam (2026) Full HD, Sinopsis dan Daftar Pemeran
Jumat / 17-07-2026, 09:50 WIB
Cara Menjaga Massa Otot untuk Cegah Diabetes Tipe 2 di 2026
Jumat / 17-07-2026, 09:28 WIB
Trump Buka Dokumen Intelijen soal Kerentanan Pemilu AS
Jumat / 17-07-2026, 09:17 WIB
Napalm Death Guncang NPR Tiny Desk dengan Set Paling Brutal
Jumat / 17-07-2026, 09:15 WIB
Fosil T-Rex 'Gus' Terjual Rekor Rp900 M di Lelang
Jumat / 17-07-2026, 09:14 WIB
KKP Rilis Skema BBM Khusus Rp15.000 per Liter untuk Kapal Perikanan 30-200 GT
Jumat / 17-07-2026, 09:14 WIB
Sidang Dokter Tifa Memanas, JPU Dituding Sembunyikan 26 BAP Krusial
Jumat / 17-07-2026, 09:14 WIB
Basuki Minta Tambahan Rp2,7 Triliun untuk IKN, Menkeu Tunggu Arahan Prabowo
Jumat / 17-07-2026, 09:14 WIB







