Fosil kerangka Tyrannosaurus rex (T-Rex) yang dijuluki "Gus" terjual dengan harga US$50,1 juta atau sekitar Rp900 miliar di rumah lelang Sotheby's, New York, Amerika Serikat, pada Selasa (14/7).

Angka tersebut menjadikan Gus sebagai fosil dinosaurus termahal yang pernah dilelang, mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh kerangka Stegosaurus Apex yang laku US$44,6 juta pada 2024.

>>> KKP Rilis Skema BBM Khusus Rp15.000 per Liter untuk Kapal Perikanan 30-200 GT

Proses lelang berlangsung sengit selama 10 menit dengan tujuh penawar yang bersaing memperebutkan fosil setinggi 3,8 meter itu.

Temuan di South Dakota

Gus ditemukan di Harding County, South Dakota, dan diperkirakan berusia sekitar 67 juta tahun.

Nama Gus diambil dari peternak sapi Gary 'Gus' Licking, pemilik tanah tempat fosil ditemukan.

Setelah menemukan gigi dan fragmen tulang kecil di lahannya, Licking mencurigai adanya fosil besar dan melaporkannya kepada ilmuwan Thomas Heitkamp.

Penggalian dilakukan selama tiga musim panas pada 2021, 2022, dan 2023. Licking meninggal sebelum kerangka berhasil digali sepenuhnya.

Fosil Gus memiliki 183 elemen tulang, dengan tingkat kelengkapan 61 persen berdasarkan jumlah tulang, menjadikannya salah satu kerangka T-Rex terbesar yang pernah ditemukan.

>>> Sidang Dokter Tifa Memanas, JPU Dituding Sembunyikan 26 BAP Krusial

Tengkoraknya saja berukuran 1,4 meter.

Gus juga menunjukkan tanda-tanda cedera pada beberapa tulang rusuk dan gastralia, serta bekas gigitan di tengkorak.

Kritik dari Ilmuwan

Eksekutif Sotheby's, Cassandra Hatton, menyebut Gus sebagai temuan luar biasa yang digali, didokumentasikan, dan dirawat dengan sangat baik.

Namun, ahli paleontologi Thomas Carr menilai pelelangan fosil dinosaurus sebagai "bencana total bagi ilmu pengetahuan" karena data ilmiah berharga bisa hilang.

Society of Vertebrate Paleontology juga mendesak agar fosil signifikan seperti Gus dipamerkan di museum atau lembaga penelitian untuk kepentingan publik dan generasi mendatang.

>>> Basuki Minta Tambahan Rp2,7 Triliun untuk IKN, Menkeu Tunggu Arahan Prabowo

Presiden kelompok tersebut, Kristi Curry Rogers, berharap pemilik baru menyadari nilai ilmiah dan pendidikan Gus serta menyumbangkannya ke museum sejarah alam yang terakreditasi.