Pelatih Daejeon JungKwanJang Red Sparks, Ko Hee Jin, akhirnya memberikan respons terkait kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret namanya.

Ia mengaku belum bisa berbicara banyak karena proses penyelidikan masih berjalan.

>>> Rupiah Lanjut Perkasa ke Level Rp17.980 per Dolar AS Pagi Ini

"Karena masalah ini sedang diselidiki secara cermat, saya tidak memiliki hal spesifik untuk dikatakan," ujar Ko Hee Jin seperti dikutip dari Naver.

Ia menambahkan, jika kasus ini benar-benar terungkap, dampaknya akan sangat besar tidak hanya bagi klub tetapi juga seluruh komunitas bola voli Korea Selatan.

Kronologi Kasus Dugaan Pelecehan

Kasus ini bermula pada Januari 2026 saat Red Sparks menggelar acara makan malam resmi tim di sela jeda pertandingan All-Star V-League musim 2025/2026.

>>> Daftar Rating TV per Jumat, 18 Juli 2026: D'Academy 8 Bungkam Euforia Piala Dunia, SCTV Monopoli Papan Atas Sinetron

Dalam acara yang dihadiri jajaran pelatih dan pemain itu, seorang staf pelatih yang disebut sebagai Pelatih B diduga melakukan pelecehan seksual terhadap salah satu pemain voli putri.

Ko Hee Jin diketahui berada di lokasi kejadian.

Posisi duduknya disebut tepat di seberang tempat terjadinya dugaan pelecehan, sehingga ia diduga mengetahui insiden tersebut namun tidak mengambil tindakan.

>>> Google Dipaksa Buka Android untuk AI Pesaing, Gemini Tak Lagi Eksklusif

Laporan baru disampaikan korban kepada pihak klub pada pertengahan Mei 2026. Manajemen Red Sparks mengklaim telah mengambil langkah internal setelah menerima pengaduan tersebut.