Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan pelatih Red Sparks, Ko Hee Jin, menjadi sorotan di Korea Selatan. Berikut kronologi perkaranya.

Peristiwa bermula pada Januari 2026 saat Red Sparks menggelar acara makan malam resmi tim di sela jeda pertandingan All-Star V-League musim 2025-2026.

>>> 4.132 Personel Gabungan Diterjunkan Kawal Demo Mahasiswa di Monas

Dalam pertemuan yang dihadiri jajaran pelatih dan pemain itu, seorang staf pelatih yang disebut 'Pelatih B' diduga melakukan pelecehan seksual terhadap salah satu pemain voli putri.

Ko Hee Jin dipastikan berada di lokasi saat kejadian. Berdasarkan hasil investigasi media Korea Selatan, posisi duduknya tepat di seberang tempat dugaan pelecehan.

Karena berada sangat dekat, muncul tuduhan bahwa Ko Hee Jin mengetahui insiden tersebut namun tidak menghentikannya atau melindungi korban.

Dugaan pelecehan baru dilaporkan secara resmi pada pertengahan Mei 2026. Korban menyampaikan laporan kepada pihak klub.

>>> Miami Heat Incar LeBron James di Pasar Bebas Setelah Rekrut Giannis

Manajemen Red Sparks mengklaim langsung mengambil langkah internal setelah menerima pengaduan dan memproses kasus sesuai prosedur.

Kasus ini kemudian berkembang menjadi penyelidikan lebih luas. Pada Juli 2026, dugaan pelecehan mencuat ke publik dan kini ditangani Pusat Etika Olahraga Korea bersama kepolisian.

Jika Ko Hee Jin terbukti mengetahui atau menutupi kasus, ia berpotensi mendapat sanksi berat. Regulasi Federasi Bola Voli Korea (KOVO) melarang membantu, membiarkan, atau menutupi kekerasan seksual.

>>> Tijuana vs Tigres Buka Liga MX Apertura 2026

Hingga kini, investigasi masih berlangsung dan belum ada keputusan akhir mengenai keterlibatan Ko Hee Jin.