Para ilmuwan telah menemukan fosil muntahan tertua yang pernah tercatat. Fosil tersebut berasal dari periode Permian Awal, sekitar 290 juta tahun lalu.

Temuan ini jauh lebih tua dari dinosaurus, yang baru muncul puluhan juta tahun kemudian. Fosil langka ini disebut regurgitalite, yaitu sisa makanan yang dimuntahkan dan membatu.

>>> Studi: Minyak Ikan Justru Tingkatkan Risiko Stroke pada Orang Sehat

Regurgitalite ditemukan oleh Arnaud Rebillard dan timnya saat melakukan penggalian di situs Bromacker, Jerman. Mereka menemukan gumpalan kecil berisi tulang-belulang.

Pemindaian 3D mengonfirmasi bahwa gumpalan tersebut berisi sekitar 40 tulang dari tiga hewan kecil yang berbeda. Salah satunya adalah Eudibamus cursoris, salah satu vertebrata bipedal tertua yang diketahui.

Mengungkap Kebiasaan Superpredator

Meski tidak dapat mengidentifikasi predatornya secara pasti, fosil ini memberikan petunjuk penting.

Tulang-tulang yang ditemukan sebagian besar utuh, menunjukkan bahwa hewan tersebut cukup besar untuk menelan mangsanya secara utuh.

Para peneliti menduga pelakunya adalah Dimetrodon atau Tambacarnifex, dua superpredator ikonik pada periode tersebut. Keduanya sebelumnya telah diketahui berada di situs yang sama.

>>> Trump Kecam Moratorium Pusat Data AI di New York

Sebelumnya, para ilmuwan mengira hewan-hewan ini hanya memakan herbivora besar.

Namun, temuan ini menunjukkan bahwa mereka lebih oportunis dan juga memakan hewan kecil yang ditemui di sepanjang jalan.

Selain itu, fosil muntahan ini memastikan bahwa spesies-spesies yang terlibat hidup di tempat dan waktu yang sama.

Hal ini sulit ditentukan hanya dari fosil individu yang ditemukan di lokasi yang sama.

>>> Warga Houston Tuntut Investigasi Tembakan Maut ICE

Studi ini dipublikasikan di jurnal Scientific Reports. Fosil ini menjadi regurgitalite darat tertua yang pernah ditemukan hingga saat ini.